Agama

Pemimpin ditinjau dari pandangan agama Islam

19.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:40
03 APR 2017
Dok: Dr. AR Yusuf
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

"Pimpinan yang disukai dan dipilih manusia sudah biasa, alangkah lebih baik, selain dipilih manusia dan disukai manusia; JUGA DISUKAI dan DIPILIH oleh ALLAH dan RASULNYA, agar mempunyai kekuatan iman dan taqwa secara komprehensif" dalam mengemban tugasnya; sebab kita ada Zahir dan ada Bathin.

Untuk Zahir di negara Republik Indonesia mutlak berdasarkan Pancasila dan UUD '45; tapi bathin tentu kembali kepada agama masing-masing, kita orang Islam wajib menurut Qur'an dan Sunnahnya.

Pemimpin-pemimpin yang "TIDAK DIKEHENDAKI" oleh Allah dan RasulNya.

QS(9)23: "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu laa tattakhidzuu aaba-akum wa ikhwaanakum auliyaa-a inis tahabbul kufra 'alal iimani wa may yatawallahum minkum fa ulaaika humuzh zhaalimuun."

Artinya: "Hai orang-orang beriman, JANGANLAH KAMU MENJADIKAN BAPAK-BAPAKMU dan SAUDARA-SAUDARAMU MENJADI PEMIMPIN JIKA MEREKA LEBIH MENYUKAI KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN, dan barang siapa di antaramu menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

QS(30)29: "Balit taba'al ladziina zhalamu ahwaa-ahum bi ghairi 'ilmin fa may yahdii man adhalallaahu wa maa lahum min naashiriin."

Artinya: "Bahkan ORANG-ORANG ZALIM itu MENGIKUTI HAWA NAFSU MEREKA TANPA ILMU. Maka siapakah orang yang dapat petunjuk kepada orang yang disesatkan Allah. Dan tidak ada penolong bagi mereka."

QS(25)43-44: "Ara-aita maniittakhadza ilahahu hawaahu afaanta takuunu 'alaihi wakiilaa. Am tahsabu anna aktsarahum yasma'uuna au ya'qiluuna in hum ilaa kal an'aami bal hum adhallu sabiilaa."

Artinya: "Terangkanlah kepadaku tentang ORANG YANG MENJADIKAN HAWA NAFSUNYA SEBAGAI TUHANNYA. Maka apakah kamu menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. MEREKA ITU TIDAK LAIN, HANYALAH SEPERTI BINATANG, BAHKAN MEREKA LEBIH TERSESAT JALANNYA."

Pemimpin-pemimpin "YANG DIKEHENDAKI" oleh Allah dan RasulNya :

QS(21)73: "Wa ja'alnaahum a-immatay yahduuna bi amrinaa wa auhainaa ilaihim fi'lal khairaati wa iqaamash shalaati wa iitaa-azzakaati wa kaanuu lanaa 'aabidiin."

Artinya: "Dan KAMI JADIKAN MEREKA sebagai PEMIMPIN-PEMIMPIN yang MEMBERIKAN PETUNJUK dengan PERINTAH KAMI, dan KAMI WAHYUKAN kepada mereka untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan MENDIRIKAN SHOLAT dan MENGELUARKAN ZAKAT. Dan mereka adalah orang-orang mengabdi kepada Kami."

QS(5)55: "Innamaa walii-yukumullahu warasuuluhu waal-ladziina aamanuul-ladziina yuqiimuunash-shalaata wayu'tuunazzakaata wahum raaki'uun(a)."

Artinya: "Hanya sesungguhnya PEMIMPIN KAMU ADALAH ALLAH DAN RASULNYA; serta ORANG-ORANG YANG BERIMAN; yaitu orang-orang YANG MENDIRIKAN SHOLAT MENGELUARKAN ZAKAT dan mereka TUNDUK KEPADA ALLAH."

QS(5)56: "Waman yatawallallaha warasuulahu waal-ladziina aamanuu fa-inna hizballahi humul ghaalibuun(a)."

Artinya: "Dan barangsiapa menjadikan Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, MENJADI PENOLONGNYA, maka sesungguhnya, pengikut Allah itulah yang PASTI MENANG."

QS(5)57: "Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa tattakhidzuul-ladziina-attakhadzuu diinakum huzuwan wala'iban minal-ladziina uutuul kitaaba min qablikum wal kuffaara auliyaa-a waattaquullaha in kuntum mu'miniin(a)."

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL MENJADI PEMIMPINMU, ORANG-orang YANG MEMBUAT AGAMAMU, MENJADI OLOK-OLOKAN dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakal-lah kepada Allah, jika kamu betul-betul orang yang beriman."

"Renungan Kepemimpinan"

Menurut pandangan manusia, siapa yang akan menjadi pimpinan, tentu sangatlah subyektif. Melihat penampilannya, kepintarannya, serta kecerdasannya.

Tapi, kita jangan lupa, kepintaran dan kecerdasan, serta penampilan itu, bila kita tidak memiliki bathin, maka semua itu tidak ada artinya.

BATHIN itu berada di DALAM HATI tiap-tiap MANUSIA, BERNAMA RUH.

Ruh itu CAHAYA atau DISEBUT NUR. Yang membuat kita pintar, cerdas, serta mempunyai penampilan karena adanya Ruh. Yang MEMANCARKAN CAHAYANYA kepada SELURUH TUBUH MANUSIA, khususnya kepada otak menghasilkan kepintaran; kecerdasan, yang disebut sebagai science and knowledge/technology. MELALUI RUH itulah, manusia DAPAT MELIHAT PADA MATA, MENDENGAR PADA TELINGA, MENCIUM PADA HIDUNG, BERKATA PADA MULUT, MERASA PADA LIDAH; dikenal sebagai PANCA INDERA YANG LIMA.

Kecerdasan, kepintaran, penampilan seseorang yang dinilai secara subyektif akan lebih bermanfaat apabila Ruh yang berada dalam Hati tadi, mutlak diurus oleh Tuhan.

QS(17)85: "Wa yas-aluunaka 'anir ruuhi qulir ruuhu min amri rabbii wa maa uutiitum minal 'ilmi illaa qaliilaa.

Artinya: "Kalau ada orang bertanya tentang Ruh, katakan RUH itu URUSAN TUHAN, dan tiada yang mengetahuinya melainkan sedikit sekali."

Bagaimana Tuhan mengurus Ruh?

Maka RUH yang ada di dalam hati manusia tersebut DIWAJIBKAN SHOLAT. Ruh itu BERNAMA MUKMIN. "Abdi fil qalbil mukminin", HambaKu dalam hati mereka bernama mukmin. Dia tidak laki-laki-tidak perempuan, berada dalam dada laki-laki, dan dalam dada perempuan. Yang laki-laki dan perempuan itu jasmaniahnya.

QS(23)1-5, yang sholat itu Ruh atau mukmin, bukan manusia.

Oleh karena Ruh atau mukmin itu cahaya, maka SHOLAT WAJIB BER-HAKEKAT.

Tempat hakekat sholat itu berada di Baitullah, dapat kita lihat pada surat:

1. QS (22)26: "Wa idz bawwa'naa li ibraahiima makaanal baiti al laa tusyrik bii syai-aw wa thahhir baitiya lith thaa-ifiina wal qaaimii a wa rukka'is sujuud."

Artinya: "Ingatlah ketika KAMI TEMPATKAN IBRAHIM PADA TENPATNYA DI BAITULLAH, seraya firman Kami, jangan ada yang mensyarikatiKu dengan segala sesuatu, bersihkanlah rumahKu utk orang-orang yang tawaf, i'tikaf, serta rukuk dan sujud.";

2. Firman Tuhan berikutnya QS(2)125: "Wa idz ja'alnal baita matsaabatal linnaasi wa amnaw wat takhidzuu mim maqaami Ibrahiima mushallaw wa' ahidnaa ilaa ibraahiima wa ismaa 'illa an thahiraa baitiya lith thaa-ifiina wal 'aakifiina warrukka'is sujuud."

Artinya: "Dan ingatlah ketika KAMI MENJADIKAN RUMAH itu BAITULLAH, BUKAN KA'BAH, untuk PULANG PERGI MANUSIA, dan TEMPAT YANG AMAN. Dan AMBILLAH BAITULLAH itu untuk TEMPAT SHOLAT. Bersihkanlah rumahKu utk orang yang tawaf, i'tikaf, ruku dan sujud.";

3. QS (27)91: "Innamaa umirtu an a'buda rabba haadzihil baldatil ladzii harramahaa wa lahuu kullu syai-iw wa umirtu an akuuna minal muslimiin."

Artinya: "Sesungguhnya aku terperintah MENYEMBAH TUHAN di NEGERI YANG TERHORMAT, itu BAITULLAH, segala sesuatu kepunyaan Allah, aku masuk orang islam di tempat itu.";

Dari ketiga firman Tuhan tadi, nyatalah bahwa hidup ini tidak cukup hanya dengan syariat saja. Tetapi mesti syariat dengan hakekat. Sehingga kepintaran dan kecerdasan

serta penampilan tadi, akan dapat terkendali, apabila hatinya yaitu Ruh tadi, diurus oleh Tuhannya;

Kesimpulan:

Manusia selalu memandang manusia SECARA SUBYEKTIF dari penampilan, kepintaran, kecerdasan dsbnya. Tetapi ALLAH MEMANDANG MANUSIA SECARA KOMPREHENSIF. Karena, Allah yang menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan. Dan disempurnakan oleh Allah kejadian manusia dengan ditiupkannya Ruh.

Karena itu, manusia tidak akan sempurna bila dilihat dari penampilan, kepintaran atau kecerdasan saja bila tidak di ikutsertakan yang dalam hati manusia itu tadi.

Sebab ALLAH TIDAK MELIHAT RUPAMU dan AMALMU, HANYA Allah MELIHAT PADA HATIMU dan NIAT KAMU.

Kepintaran, kecerdasan dan penampilan tadi akan MENDATANGKAN MANFAAT baik kepada dirinya, keluarganya, serta masyarakat pada umumnya APABILA HATINYA DIURUS OLEH TUHAN. Karena itu sholat, tidak dapat ditinggalkan.

Karena itu kepemimpinan yang dipilih oleh manusia, dan yang di ridho oleh Allah dan RasulNya, tidak boleh dilihat sepihak saja secara subyektif. Mesti secara komprehensif.

QS (21)73: "Wa ja'alnaahum a-immatay yahduuna bi amriina wa auhainaa ilaihim fi'lal khairaati wa iqaamash shalaati wa iitaa-azzakaati wa kaanuu lanaa 'aabidiin."

Artinya: "Dan Kami jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan menegakkan sholat serta mengeluarkan zakat. Dan Mereka adalah orang-orang yang mengabdi kepada Kami."

QS(5)55: "Innamaa walii-yukumullahu warasuuluhu waal-ladziina aamanuul-ladziina yuqiimuunash-shalaata wayu'tuunazzakaata wahum raaki'uun(a)."

Artinya: "Hanya sesungguhnya PEMIMPIN KAMU ADALAH ALLAH DAN RASULNYA; serta ORANG-ORANG YANG BERIMAN; yaitu orang-orang YANG MENDIRIKAN SHOLAT MENGELUARKAN ZAKAT dan mereka TUNDUK KEPADA ALLAH."

QS(5)56: "Waman yatawallallaha warasuulahu waal-ladziina aamanuu fa-inna hizballahi humul ghaalibuun(a)."

Artinya: "Dan barangsiapa menjadikan Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, MENJADI PENOLONGNYA, maka sesungguhnya, pengikut Allah itulah yang PASTI MENANG."

QS(5)57: "Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa tattakhidzuul-ladziina-attakhadzuu diinakum huzuwan wala'iban minal-ladziina uutuul kitaaba min qablikum wal kuffaara auliyaa-a waattaquullaha in kuntum mu'miniin(a)."

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL MENJADI PEMIMPINMU, ORANG-orang YANG MEMBUAT AGAMAMU, MENJADI OLOK-OLOKAN dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakal-lah kepada Allah, jika kamu betul-betul orang yang beriman."

Penulis: Dr. AR Yusuf

 

KATA KUNCI : , , ,
Agama