Agama

Quraish Shihab tekankan pentingnya persatuan umat Muslim

10.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:54
25 JUN 2017
Quraish Shihab
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Khatib salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Quraish Shihab, menekankan pentingnya persatuan umat Muslim. Ia juga memperingatkan akan bahaya hoax dan fitnah yang dapat memecah belah kesatuan umat.

Idul Fitri, ujarnya, merupakan momentum umat Islam untuk membina dan memperkukuh ikatan kesatuan dan persatuan, menyatupadukan hubungan kasih sayang antar sesama. Quraish mengingatkan agar manusia tidak teperdaya tipu daya iblis dan mengalami kepahitan akibat menurutinya. Padahal, selama bulan puasa, manusia telah menenun pakaian takwa dengan nilai-nilai luhur.

"Saudara, kata iblis diambil dari bahasa Yunani Kuno, yakni Diabolos yang berarti sosok yang memfitnah, yang memecah belah dan menanamkan prasangka buruk. Dengan beridul fitri hendaknya kita sadar tentang peranan iblis dan pengikut-pengikutnya dalam menyebar fitnah dan hoax serta menanamkan buruk serta memecah belah kesatuan," kata Quraish di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (25/06/2017).

Menurut Quraish, Al Quran mengajarkan bahwa sebelum manusia ditugaskan ke bumi, Allah memerintahkannya transit lebih dahulu di surga agar Adam dan Hawa memperoleh pelajara berharga di sana.

"Situasi demikian, dialami oleh manusia modern pertama itu bukan saja agar jika mereka tiba di bumi mereka rindu kepada surga tapi juga agar berusaha mewujudkan bayang-bayang surga itu ke dalam kehidupan di bumi ini yakni hidup sejahtera, terpenuhi kebutuhan pokok setiap individu dalam suasana damai bebas dari rasa takut yang mencekam, bebas dari kesedihan yang berlarut," jelas Quraish.

Quraish mengatakan, Idul Fitri sebagai saat manusia kembali ke asalnya.

"Manusia yang beridul fitri kembali ke asal kejadiannya. Anda menemukan dia teguh dalam keyakinan. Teguh tapi bijaksana, senantiasa bersih walau miskin, hemat dan sederhana walau kaya, murah hati dan murah tangan, tidak menghina dan tidak mengejek, tidak menyebar fitnah, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain," katanya.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta putrinya, Kahiyang Ayu dan putranya, Kaesang Pangarep, ikut melaksanakan salat Id di masjid tersebut. Hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Mufidah Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri, Happy Farida, serta para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat.

Terbaru
Agama