Pendidikan

Mengapa Anda ingin berubah tapi selalu gagal?

3.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:00
01 JAN 2017
Reporter
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Semua orang ingin hijrah menuju kondisi lebih baik, dalam pergaulan, rumah tangga, tempat kerja, atau perubahan lain yang orang pikir penting untuk dilakukan. Akan tetapi, tidak sedikit orang gagal selama berproses untuk berubah.

"Orang sering gagal karena tidak paham proses-proses yang harus dilewati," kata Nandor Lim, trainer program IGCP (Inner Growth Companionship Program) di Bandung beberapa waktu lalu.

Program IGCP atau di Indonesia diadopsi dengan nama Sekolah Rekonsiliasi bertujuan untuk membantu, terutama anak pemuda, dan masyarakat umum untuk mengembangkan hubungan yang sehat dengan orang tua, pasangan atau teman.

Menurut Nandor, dalam memperbaiki hubungan  dengan keluarga, misalnya, orang harus melalui setidaknya empat tahapan sebelum dia benar-benar berubah, dalam arti menuju rekonsiliasi, baik dengan dirinya sendiri atau dengan keluarga dan orang lain.

Proses tersebut, menurut pria asal Malaysia itu, tidak boleh dilompati, tetapi harus dilalui tangga demi tangga. Pertama, orang harus melakukan "discovery", maksudnya menemukan akar masalahnya.

Seorang anak yang memiliki hubungan renggang dengan orang tua, umpamanya, mungkin disebabkan kekecewaan secara mendalam dengan perlakuan dan pola pengasuhan orang tua yang tidak berkenan. Akar masalah seperti ini yang harus ditemukan.

Setelah itu, yang harus dilakukan di tahap berikutnya adalah "uncovery", yakni pengungkapan secara jujur dan apa adanya. Banyak orang gagal dan menolak melakukan ini karena sejumlah hal, malu, segan dan sejenisnya. Keengganan seperti ini harus dikubur untuk bisa maju ke tahap berikutnya, yakni "recovery".

Recovery yang dimaksud adalah penyembuhan dengan mengedepankan rasa dan sensitivitas. Pada tahap ini, orang harus sadar betul dan yakin bahwa membaiknya hubungan adalah jalan terbaik--tidak hanya demi hubungan anak dengan orang tua semata tetapi demi masa depan secara umum dan mencegah kemungkinan kekecewaan tersebut tidak ditularkan secara turun temurun.

"Jika sudah yakin dengan sesuatu, hasilnya akal mendatangi Anda. Tidak perlu bertanya kapan," tegas Nandor untuk menekankan bahwa tahapan ini haris didasari dengan keyakinan dan niat yang kuat untuk islah.

Baru setelah tahap ini dilalui, orang akan menemukan rekonsiliasi, dengan pasangan, orang tua, sahabat dan siapa pun. 

Terbaru
Pendidikan