Pendidikan

Muhadjir puji Perguruan Iskandar Muda yang akomodasi keragaman siswa

2.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:47
09 JAN 2017
Mendikbud Muhadjir Effendy
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi kebhinekaan para siswa yang diakomodasi oleh Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan.

"Merintis dan membesarkan lembaga pendidikan itu tidak mudah, apalagi sekolah yang dibangunnya atas dasar budaya gotong royong dan merangkul kemajemukan,” kata Mendikbud saat memberikan sambutan dalam rangka peresmian bangunan dan pura di sekolah yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan akhir pekan lalu.

Buya Syafii Maarif yang didaulat untuk meresmikan bangunan pura yang diapit vihara dan mesjid serta berdampingan dengan gereja menyampaikan pentingnya keberagaman dan toleransi. 

"Sekolah yang toleran itu tunas peradaban. Intoleransi simbol kebiadaban. Toleransi inti keberadaban. Ini perlu ditegaskan di saat kita sekarang dirundung intoleransi dan kebencian, tidak hanya di Indonesia tapi juga fenomena global. Dunia pendidikan harus melek soal ancaman ini,” ujar Buya Syafii Maarif. 

Menurut Mendikbud Muhadjir, toleransi dan kerukunan merupakan dua hal tak terpisahkan dari budaya gotong royong. Ia pun bercerita di hadapan ratusan siswa yang memenuhi halaman sekolah.

"Ratusan tahun lalu saat batu Hajar Aswad di Ka'bah terseret hanyut oleh banjir besar, kepala suku sempat berselisih mengenai siapa yang paling berhak mengembalikan ke tempat asalnya. Akhirnya, mereka bermusyawarah dan bersepakat bahwa seorang pemuda bernama Muhammad yang akan ditunjuk. Namun Muhammad, yang kelak diangkat sebagai Nabi, meminta para perwakilan para suku untuk memegang ujung surbannya yang dipakai memindahkan Hajar Aswad tersebut. Kisah ini jelas pesannya, gotong royong tumbuh karena ada kerukunan dan toleransi,” cerita Mendikbud di depan para siswa yang hadir. 

Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan yang didirikan oleh Sofyan Tan ini berupaya menyemaikan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap kebinekaan dengan berpijak pada pendidikan inklusif. Keragaman latar belakang siswanya sangat kental mencerminkan miniatur Indonesia. Pihak sekolah memfasilitasi keragaman agama siswanya, bangunan ibadah masing-masing agama dibangun berdampingan di komplek sekolah. 

Terbaru
Pendidikan