Pendidikan

Sistem pendidikan yang dianggap cocok bagi anak di masa depan

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:09
29 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Laporan terbaru memprediksi, keterampilan yang dibutuhkan para pekerja di masa depan akan sangat berbeda dengan yang ada saat ini. Laporan tersebut memeringatkan bahwa sistem pendidikan perlu diubah untuk mempersiapkan anak-anak sekolah demi masa depan mereka.

Laporan New Work Smarts dari Yayasan untuk Kaum Muda Australia (FYA) memperkirakan bahwa semua pekerjaan akan beralih ke sistem otomasi selama dua dekade ke depan.

Para pekerja di tahun 2030 akan melakukan lebih sedikit tugas rutin dan manual, dan malah berfokus pada interaksi manusia, pemikiran strategis serta kreatif. Mereka juga akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar sambil bekerja, memecahkan masalah dan menggunakan keterampilan sains serta matematika, seperti dikutip dari Australia Plus.

Jan Owen, CEO FYA, mengatakan bahwa mereka memperkirakan, orang akan menghabiskan waktu 30 persen lebih banyak untuk belajar sambil bekerja daripada yang mereka lakukan saat ini.

"Kami berharap, orang-orang menghabiskan waktu dua kali lipat lebih banyak untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, menggunakan matematika, sains dan teknologi serta kemampuan menulis dan verbal," jelasnya.

Dengan perkiraan jumlah manajer yang lebih sedikit, para pekerja harus mengawasi dan mengelola diri mereka sendiri, menerapkan pola pikir kewirausahaan agar bisa maju.

Laporan tersebut memeringatkan tentang "kekurangan potensial dari sistem pendidikan saat ini, sebuah sistem yang terus menilai secara formal berdasarkan pemahaman lama tentang definis 'cerdas'."

Owen mengatakan bahwa keseluruhan sistem pembelajaran dari tingkat pra-sekolah hingga pendidikan tinggi, dan seterusnya, memerlukan perancangan ulang.

"Bukan hanya kita akan bekerja secara berbeda, kita memang perlu pintar dengan cara yang berbeda," ujar Owen.

"Sampai saat ini kami mengukur kecerdasan di sekolah dari bagaimana Anda menjalani tes. Laporan ini mengatakan, kecerdasan lebih tentang kemampuan kognitif dan emosional Anda -saya menyebutnya kecerdasan manusia," ungkapnya.

Owen mengatakan bahwa perlu ada fokus yang lebih besar pada mata pelajaran sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) di sekolah.

Laporan tersebut juga memperkirakan, akhir dari konsep yang Anda pelajari atau latih untuk satu pekerjaan tertentu, dan kemudian bekerja di bidang itu selama sisa hidup Anda.

Mereka memperkirakan, para pekerja Australia di masa depan rata-rata akan menghasilkan setidaknya 17 perubahan kepada pihak pemberi kerja, di lima karir berbeda sepanjang hidup mereka.

Robokids menjalankan bengkel robotik dan layanan pendidikan untuk sejumlah sekolah, guna membantu siswa "terlibat dalam pembelajaran abad ke 21 dengan teknologi terkini".

Pendiri lembaga itu, Michele Miller, adalah seorang guru dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di kelas.

"Kami benar-benar perlu untuk menerapkan gaya belajar ini sedini mungkin, mulai di pra-sekolah dan sungguh-sungguh diterapkan di kurikulum kami," kata Miller.

"Tujuh puluh persen dari murid gadis kami dari TK sampai kelas 6 mengatakan bahwa jika robotika tersedia sebagai bagian dari kurikulum mereka, mereka ingin memilihnya."

Di satu sekolah dasar di Sydney, tak ada yang meredam antusiasme sekitar belasan teknisi robotika muda.

Anak-anak mengisi kelas setelah sekolah itu, dan sangat ingin memamerkan apa yang bisa mereka lakukan dengan robot.

Evan Jones yang berusia 9 tahun mengatakan bahwa ia bisa melihat masa depan di mana ia akan bekerja secara langsung dalam bidang robotika.

Tapi keterampilan untuk memecahkan masalah dan pengkodean yang telah ia pelajari di bengkel bisa membuatnya berhasil dalam segala jenis pekerjaan di masa depan.

"Itu bisa membantu, jika Anda ingin menjadi pemrogram dan membuat game, ini akan membantu," ujarnya.

KATA KUNCI : , , , ,
Pendidikan