Bisnis

Pemerintah belajar dari Cina untuk pengelolaan air

3.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:59
31 MAR 2017
Dok: Kerjasama RI-China
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengunjungi Cina untuk mempelajari negeri Tirai Bambu itu dalam hal pengelolaan air bagi warga negaranya yang mencapai 1,35 miliar jiwa.

"Bendung pertama di RRT telah dibangun sejak 2 abad Sebelum Masehi, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik. Pemodelan terhadap desain bendung dengan saluran pengelak membuktikan bahwa desain tersebut adalah yang terbaik," kata Menteri PU Cina, Chen Lei kepada Basuki seperti dikutip pu.go.id, hari ini.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 1.35 milyar jiwa saat ini, Pemerintah RRT sejak lama telah menaruh perhatian besar pada isu ketahanan air dan kedaulatan pangan dengan membangun infrastruktur untuk pengendalian banjir, penyediaan air baku untuk irigasi, air bersih dan perkotaan, serta untuk pembangkit tenaga listrik.

Chen mengatakan, 62% air baku diperuntukkan bagi air irigasi, dimana 60 tahun yang lalu 98% tampungan bendungan diperuntukkan bagi air irigasi. Cakupan layanan air bersih untuk kawasan perkotaan kini telah mencapai antara 87 hingga 89%, sedangkan pada kawasan perdesaan baru berkisar 76%. Sementara untuk layanan air limbah secara keseluruhan kini adalah berkisar 62%. Tapi untuk Kota Beijing layanan air bersih mencapai 97% dan air limbah sebesar 85%.

Menteri Chen Lei menutup penjelasannya dengan informasi bahwa pengelolaan sumberdaya air di RRT saat ini dibagi ke dalam 7 Wilayah Satuan Sungai utama, serta 400 daerah irigasi. Pengelolaan ini dipayungi oleh beberapa Undang-Undang, antara lain UU Pengendalian Banjir, UU Air dan Lingkungan, UU Pengendalian Erosi Tanah, dan akan segera ditetapkan UU baru tentang Penghematan Air.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Bisnis