Bisnis

Hindari berbohong saat melamar kerja

4.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:29
11 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sebagian orang mungkin pernah berbohong atau melebih-lebihkan prestasinya ketika melamar pekerjaan agar diterima bekerja di perusahaan impian.

Beberapa orang dapat bekerja berkat kelihaian mereka dalam berbohong, namun, jika terbongkar hal itu akan menjadi aib yang mungkin menghalangi kita mendapatkan pekerjaan di masa depan.

Tak seperti dua dekade lalu, pemeriksaan fakta saat ini sesederhana pencarian di Internet, sehingga sangat mudah untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak.

"Dua puluh tahun lalu, lebih sulit untuk memeriksa, pihak pemberi kerja sebagian besar harus menilai para pelamar dari pertemuan tatap muka dan laporan pewawancara," jelas Jim Bright, seorang pakar karir dan psikolog organisasi, seperti dilansir Australia Plus, Selasa (11/07/2017).

"Anda harus memiliki resume yang bisa dipertanggungjawabkan dan Anda seharusnya tak pernah memalsukannya secara faktual."

Bright mengatakan, beberapa survei melaporkan bahwa 60 persen orang menulis hal yang tak sebenarnya di resume mereka, walaupun tingkat perbedaan di antara kebohongan itu bervariasi.

Ia mendorong agar para pencari kerja untuk selalu mencantumkan prestasi mereka dalam peran apapun, tak peduli betapa sepelenya, seperti menggantikan rekan kerja saat mereka sakit atau mencapai target bahkan jika itu adalah "bagian dari pekerjaan".

"Masalah terbesar yang dialami para pencari kerja adalah mereka membatasi diri, mereka terlalu malu-malu tentang pencapaian mereka dan mereka menghalangi diri mereka sendiri," kata Bright.

"Tapi, Anda tak bisa mencari-cari jabatan pekerjaan. Setiap perekrut yang berkualitas akan menginvestigasi dan bertanya kepada Anda: 'Apa posisi anda, apa yang muncul di slip gaji?'."

Bagi pelamar dengan pengalaman kerja dan pendidikan yang terbatas, mereka harus memanfaatkan pengalaman pribadi, kata Bright.

"Ini tentang apa yang Anda capai dalam hidup, bukan hanya dalam pekerjaan," tegasnya.

"Pencapaiannya mungkin, 'Saya mampu mengatasi tragedi di keluarga saya, saya bertahan dari penyakit serius, saya mengatasi masalah berat badan dan berhasil mempertahankan rutinitas olahraga.'”

"Anda perlu menyajikan rekam jejak penguasaan pribadi di beberapa bidang dalam hidup Anda dan menghubungkannya dengan kepribadian menarik yang mereka cari.”

"Kami suka kisah hidup yang berisi keberhasilan mengatasi kondisi sulit."

Kebalikannya, melamar pekerjaan yang mengandalkan pengalaman profesional, seperti menjadi pengacara, menurut Bright, menyertakan anekdot pribadi akan terlihat tidak profesional.

Beberapa informasi seharusnya tidak dicantumkan dalam resume sama sekali.

Bright mengatakan bahwa ia telah melihat banyak CV yang memuat, misalnya, tuduhan perampokan bersenjata saat orang tersebut mendaftar untuk bergabung dengan kepolisian.

Tips bagi pihak pemberi kerja

Sementara bagi perusahaan, Bright memberikan saran agar mereka "tak menilai begitu saja apa yang ditulis pelamar" dan berusaha mencari tahu kebenaran semua klaimnya.

Hal itu bisa dilakukan dengan menghubungi orang dekat pelamar, seperti keluarga atau rekan, dan atasan sebelumnya di perusahaan lain.

Ia mengatakan, pewawancara seharusnya mendesak pelamar untuk memberikan rincian spesifik selama wawancara, seperti posisi di pekerjaan dan tanggal yang spesifik saat mencantumkan pencapaian dan pengalaman kerja masa lalu.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Bisnis