Investasi

Asumsi harga minyak mentah US$ 45-60 per barel di 2018

8.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:21
19 MEI 2017
Dok. Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) pada tahun 2018 dalam APBN sebesar US$ 45-60 per barel.

Pergerakan ICP biasanya seiring dengan pergerakan harga minyak mentah dunia yang dinamikanya makin sulit untuk diprediksi. Faktor pemulihan ekonomi dunia, keamanan, politik, bencana alam, dan inovasi teknologi akan menentukan dinamika harga minyak. 

“Pada tahun 2018, harga minyak mentah dunia diperkirakan akan mengalami peningkatan karena naiknya permintaan sebagai akibat mulai pulihnya perekonomian global. Sementara itu, dari sisi produksi beberapa lembaga internasional memperkirakan minyak mentah dunia relatif stabil,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam pidato pengantar dan keterangan pemerintah atas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2018 pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

Sementara untuk asumsi lifting minyak dan gas bumi pada tahun 2018 diperkirakan mencapai sekitar 1.965-2.050 ribu barel per hari, yang terdiri dari lifting minyak bumi sekitar 771-815 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1.194 ribu barel setara minyak per hari. 

“Perkiraan tingkat lifting tersebut berdasarkan pertimbangan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, penambahan proyek yang akan mulai beroperasi, serta rencana kegiatan produksi yang dilaksanakan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas pada tahun 2018,” sambung Menkeu.

Perekonomian Indonesia di tahun 2018, kata mantan Direktur Bank Dunia itu, masih akan dipengaruhi perkembangan sektor keuangan global. Berbagai ketidakpastian pemulihan ekonomi di Eropa, penyesuaian pembangunan di RRT dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat akan mempengaruhi kondisi instrumen-instrumen keuangan di pasar domestik, termasuk di antaranya adalah pergerakan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan. 

“Namun demikian, dengan didukung oleh perbaikan kinerja perekonomian nasional, terjaganya laju inflasi dan nilai tukar, maka tekanan-tekanan yang berasal dari ketidakpastian perekonomian global diharapkan dapat diminimalisir. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, rata-rata Suku Bunga SPN3 bulan tahun 2018 diperkirakan sebesar 4,8-5,6 persen,” ujar Sri Mulyani.

Terbaru
Investasi