Ekonomi

Harga stabil jelang Lebaran, Hipmi apresiasi kinerja Mendag

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:14
20 JUN 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil menjelang Lebaran. Tidak terdapat gejolak berarti seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia mengapresiasi kinerja Kementerian Perdagangan (Mendag)

"Pantauan Hipmi harga-harga relatif stabil sejak awal Bulan Puasa sampai jelang Lebaran ini, tidak ada gejolak harga yang berarti. Harga juga tidak fluktuatif," kata Bahlil dalam rilis yang diterima Rimanews, hari ini.

Untuk itu, Bahlil mengapresiasi kinerja Menteri Perdagangan dan lembaga pemerintah lainnya yang telah bekerja keras memantau pasokan, distribusi, dan pengawasan harga hingga ke konsumen. Sehingga harga-harga telatif stabil.

Bahlil mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gejolak harga kerap mewarnai saat Ramadhan dan Lebaran. Momentum tersebut dimanfaatkan para spekulan untuk memainkan harga kebutuhan pokok

"Kita lihat aksi spekulan-spekulan tidak berani muncul tahun ini. Sebab dari awal Hipmi minta Mendag tegas dan beliau memang tegas tindaki. Izin-izinnya akan dicabut," sambungnya.

Bahlil mengatakan, kunci stabilitas harga terletak pada kesigapan Pemerintah Pusat, Kepolisian, dan Pemerintah Daerah  dalam mendisiplinkan importir, distributor, agen-agen sampai ke pedagang pasar.

"Kami lihat simpul-simpul di distribution channels ini lancar, sebab dikawal semua. Tidak ada bottleneck sehingga suply ke pasar lancar. Bahkan harga dibeberapa tempat malah turun," pungkasnya.

Hipmi berharap agar tren stabilitas harga tetap dipelihara saat Lebaran dan setelah Lebaran. “Kita berharap agar stabilitas ini jadi tren agar meringankan beban masyarakat kecil yang kemampuan belanjanya kecil juga,” papar Bahlil.

Inflasi

Sementara itu, Sekjen BPP Hipmi Priamanaya Djan memaparkan pantauan Hipmi harga komoditas pangan disejumlah wilayah cukup stabil seperti cabai rawit, gula dan bawang putih. Priamanaya berharap dengan terkendalinya harga komoditas pangan dapat menekan laju inflasi pertengahan tahun ini, tidak melebihi 0,39%.

"Kita harap inflasi terkendali, UMKM juga bisa happy bikin rencana bisni," ujarnya.

Priamanaya mengatakan, laju inflasi Mei 2017 sebesar 0,39% yang disebabkan oleh tingginya harga bahan pangan sebelum memasuki periode Ramadhan. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih yang menyumbang inflasi 0,08%, telur ayam ras 0,05%, daging ayam ras 0,04%, serta beras, daging sapi dan cabai merah masing-masing 0,01%

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Ekonomi