Kesehatan

Serangan jantung mengintai pengguna obat pereda nyeri

4.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:34
10 MEI 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Terlalu sering menggunakan obat pereda rasa nyeri seperti ibuprofen dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, menurut hasil studi. 

Peneliti dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal British Medical (BMJ) itu mengatakan, peningkatan risiko terkena serangan jantung bisa mencapai 50 persen, di minggu-minggu awal penggunaan. 

"Entah diberi resep obat pereda nyeri misalnya ibuprofen ataupun membeli sendiri di apotek, Anda harus waspada risiko (serangan jantung) dan obat-obatan alternatif harus dipertimbangkan," ujar Dr Mike Knapton dari British Heart Foundation. 

Sebelumnya, penelitian dari Kanada, Finlandia dan Jerman mengungkapkan hal serupa, bahwa risiko terkena serangan jantung paling tinggi terjadi di minggu awal penggunaan. 

Penggunaan dosis tinggi yakni lebih dari 1.200 mg per hari ibuprofen sudah masuk dalam kategori berbahaya. 

Hanya saja, para peneliti belum menemukan hubungan sebab-akibat antara obat pereda nyeri dan serangan jantung. Risiko serangan jantung bisa saja berawal dari keluhan yang dialami seseorang lalu dia mengonsumsi obat pereda nyeri, bukan karena obat itu sendiri. Demikian seperti dilansir the Telegraph. 

Serangan jantung merupakan kondisi medis serius yang terjadi karena suplai darah ke jantung terhambat. Gejala yang umum dirasakan antara lain sesak nafas, nafas menjadi pendek, rasa cemas berlebih. 

Kesehatan