Kesehatan

Kerja hingga larut malam tingkatkan risiko terkena stroke

9.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:58
14 JUL 2017
Ilustrasi
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Budaya kerja hingga larut malam bukan hanya mempengaruhi kehidupan sosial, tapi juga buruk bagi kesehatan jantung, menurut hasil studi.

Dilansir The Guardian, Jumat (14/07/2017), terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Tim peneliti yang dipimpin Prof. Mika Kivimaki dari departemen epidemiologi Universitas College London menganalisis pola kerja 85.494 pria dan wanita paruh baya dari Inggris, Denmark, Swedia, dan Finlandia.

Menurut penelitian tersebut, bekerja lebih dari 55 jam sepekan, 40 persen lebih berisiko terkena fibrilasi atrium (AF), yakni gangguan irama jantung, daripada mereka yang memiliki kehidupan seimbang.

AF terjadi karena impuls elektrik natural yang mengontrol detak jantung kehilangan koordinasi. Penderita AF kemungkinan mengalami sesak, pusing, dan palpitasi, yaitu sensasi yang dirasakan saat jantung berdegup keras.

Tapi, beberapa penderita AF tidak merasakan gejala sama sekali. Hal itu membuat British Heart Foundation mendorong masyarakat agar selalu memeriksakan diri untuk mengetahui apakah detak jantung mereka berdetak dengan normal atau tidak.

Mengapa diagnosa AF penting? Karena hal itu dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke hingga lima kali lipat, dan pengenceran darah dapat menurunkan risiko tersebut secara drastis.

Meskipun demikian, Kivimaki mengatakan, mereka yang bekerja hingga larut malam tidak perlu khawatir akan terkena AF selama menjaga gaya hidup sehat, seperti tidak meminum-minuman beralkohol dan merokok.

"Bagi orang sehat, risiko AF sangat rendah," katanya, dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal.

Terbaru
Kesehatan
Berita Terkait