Kesehatan

Kafein bantu tingkatkan fungsi pernapasan bayi prematur

7.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:58
17 JUL 2017
Ilustrasi
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Bayi prematur memiliki organ tubuh yang belum berkembang dengan sempurna, sehingga menyebabkan sejumlah gangguan seperti lemahnya fungsi pernapasan dan paru-paru.

Namun, menurut penelitian di Australia baru-baru ini, gangguan pada fungsi pernapasan dan paru-paru bayi prematur dapat diatasi dengan terapi kafein. Meskipun demikian, efek samping dari terapi ini belum diketahui, seperti dikutip dari Australia Plus, Senin (17/07/2017).

Penelitian, yang melibatkan dokter di Rumah Sakit Royal Women di Melbourne, melacak perkembangan sekitar 140 bayi prematur, setengah di antaranya diberi dosis kafein reguler saat mereka lahir.

Kafein diberikan dalam bentuk suntikan atau dicampurkan ke susu, melalui tabung makanan sekali sehari.

Profesor Lex Doyle, penulis utama penelitian tersebut, mengatakan bahwa anak-anak kemudian diperiksa kembali fungsi paru-paru dan pernapasannya saat berusia 11 tahun.

"Dari anak-anak yang diberi kafein saat masih bayi, separuh dari jumlah tersebut diperiksa kembali fungsi paru-paru mereka saat berusia 11 tahun," jelasnya.

Memberi mereka kafein akan membantu mengatur pernapasan dengan merangsang bagian otak yang mengatur paru-paru untuk mengembang.

"Mereka tidak harus memiliki bantuan pernafasan untuk waktu lama. Mereka tidak memerlukan banyak oksigen tambahan yang ditambahkan ke udara yang mereka hirup. Mereka bisa pulang ke rumah lebih cepat," kata Doyle kepada ABC.

"Ini temuan yang menyenangkan, karena kami khawatir kafein dapat menimbulkan masalah jangka panjang. Sejauh ini, kami belum menemukan masalah jangka panjang apa pun," kata Prof. Doyle.

Dia menambahkan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa "orang tua dapat diyakinkan" tentang pemberian kafein kepada bayi prematur mereka.

Warga Australia Sophie dan Tilly Snowdon ikut serta dalam penelitian ini.

Si kembar lahir pada usia 25 minggu. Mereka menghabiskan enam bulan di bangsal perawatan intensif RS Royal Women sampai cukup sehat untuk pulang.

Orangtua tidak diberitahu apakah anak-anaknya diberi kafein atau plasebo.

Sophie mengalami kesulitan bernafas saat lahir. Menurut ibunya, Meredith Capp, Sophie cenderung kehabisan napas dan memiliki demam lebih parah saat masih kecil, dibandingkan dengan saudaranya.

"Tapi sekarang, pernapasan kedua gadis ini baik-baik saja," katanya.

Dia mengatakan, sebagai orangtua, temuan penelitian ini menggembirakan.

"Sangat luar biasa jika mengingat bagaimana mereka dulu dan bagaimana sekarang. Mereka kini anak-anak bahagia dan sehat," kata Meredith.

"Senang mengetahui bahwa kami melakukan hal terbaik buat mereka saat masih bayi," tambahnya.

Kedua anak gadis ini juga mengatakan senang mengambil bagian dalam penelitian tersebut.

"Saya bangga penelitian ini membantu orang lain dan menyelamatkan kehidupan. Senang sekali mengetahui hal itu," kata Sophie.

"Saya suka karena ini membantu anak-anak lain," tambah Tilly.

Para peneliti mengatakan hasil ini sangat penting karena bayi prematur berisiko mengalami kerusakan paru-paru jangka panjang.

Temuan ini dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Terbaru
Kesehatan