Kesehatan

Studi: Kesehatan reproduksi pria Barat turun 50 persen

7.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:53
26 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kesehatan reproduksi pria Barat mengalami penurunan yang cukup signifikan, sekitar 50 persen dalam 40 tahun terakhir.

Hasil tersebut ditemukan setelah para peneliti dari Israel mengkaji ratusan studi mengenai kualitas sperma antara tahun 1973 sampai 2011. Secara keseluruhan, mereka meneliti 43 ribu pria Barat.

"Penemuan ini dengan kuat menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam kesehatan reproduksi pria, yang memiliki dampak serius terhadap kesuburan mereka," kata penelitian tersebut, seperti dikutip dari Australia Plus.

Para peneliti menemukan semakin banyak pria yang memiliki kandungan sperma yang berada di bawah ambang batas kesuburan.

"Terdapat proporsi tinggi dimana para pria dari negara-negara Barat memiliki konsentrasi sperma di bawah 40 juta/ml. Ini hal yang mengkhawatirkan, konsentrasi sperma di bawah angka tersebut bertalian dengan kemampuan menghamili," lanjut laporan.

Prof Rob McLachlan dari Pusat Penelitian Medis Hudson Institute di Melbourne mengatakan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah penurunan kualitas sperma ini akan mempengaruhi tingkat kesuburan.

"Analisa terbaru ini menciptakan tantangan bagaimana mengidentifikasi dan mengatasi dampak negatif yang mempengaruhi kesuburan pria seperti gaya hidup, kegemukan, dan berbagai faktor lain yang bersama-sama, yang meningkat di negara-negara maju pada khususnya," kata McLachlan.

"Dan juga pengaruh racun dari lingkungan yang sudah memiliki bukti di beberapa populasi tertentu."

McLachlan, yang tidak terlibat dalam studi ini, mengatakan, mereka yang diuji adalah pria-pria yang tidak mempedulikan tingkat kesuburan atau sudah memiliki anak.

Dia mengatakan, penurunan konsentrasi sperma terjadi kepada kedua kelompok pria tersebut.

Ahli masalah racun dalam mempengaruhi reproduksi Dr Shaun Roman dari Universitas Newcastle di New South Wales mengatakan, peran pola makan dan lingkungan harus mendapat perhatian serius untuk dikaji.

"Namun, harus menjadi catatan bahwa hanya diperlukan satu sperma untuk membuahi satu telur, dan rata-rata pria Barat masih memproduksi 50 juta telur tiap kali ejalukasi," katanya.

Para peneliti dari Israel ini menyarankan bahwa penelitian di masa depan harus difokuskan untuk mencari faktor yang menyebabkan penurunan konsentrasi sperma.

"Penelitian mengenai sebab dan dampak dari penurunan ini perlu segera dilakukan," kata mereka.

Tidak ada penurunan kualitas sperma di kalangan pria di Amerika Selatan, Asia dan Afrika, namun para peneliti mengatakan terbatasnya jumlah penelitian dari negara-negara tersebut mungkin menjadi penyebabnya.

Laporan penelitian ini dimuat di Human Reproduction Update Journal.

Kesehatan