Afrika

Rusia kirim pasukan khusus ke perbatasan Libya

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:55
15 MAR 2017
Dok. Pasukan khusus Rusia.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Rusia berusaha mengambil peran di Libya dengan mengirim pasukan khusus ke pangkalan udara di Mesir barat, dekat perbatasan Libya, dalam beberapa hari terakhir untuk membantu pasukan yang loyal terhadap komandan militer Khalifa Haftar menghadapi kelompok Brigade Pertahanan Benghazi (BDB).

Dilansir the Guardian Selasa (14/03), Pejabat Amerika Serikat yang tak ingin namanya disebut mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan, Washington menduga terdapat pasukan khusus dan drone (pesawat tanpa awak) Rusia di Sidi Barrani, sekitar 100 kilometer dari perbatasan Mesir-Libya. 

Sumber keamanan Mesir memberikan keterangan lebih lanjut dan mengatakan bahwa ada 22 anggota pasukan khusus Rusia di pangkalan udara tersebut. Namun, dia enggan membahas misi pasukan khusus Rusia. Mereka menambahkan, Rusia juga menggunakan pangkalan militer Mesir lainnya di Marsa Matrouh pada awal Februari.

Selasa kemarin, ketua parlemen di Libya timur mengatakan, Rusia berjanji memberikan bantuan militer kepada pemerintah yang memisahkan diri yang didukung Haftar. Agila Saleh mengatakan kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, bahwa parlemen di Libya timur meminta Moskow menggelar pelatihan dan dukungan perbaikan militer.

"Kami dijanjikan bantuan dalam memerangi terorisme," kata Saleh.

Pasukan yang loyal kepada Haftar mengatakan mereka berhasil mengambil alih kontrol terminal minyak di Ras Lanuf dan Es Sider dari BDB.

Pertempuran antar kelompok bersenjata di Tripoli membuat utusan khusus PBB untuk Libya, Martin Kobler, memperingatkan bahwa warga sipil berada dalam bahaya. Suara tembakan dan ledakan terdengar di dua wilayah sebelah barat kota tersebut setelah pertempuran terjadi pada Senin, kata saksi mata.

"Kami tak dapat melarikan diri dari pertempuran ini. Yang dapat kami lakukan hanya berdoa agar tak ada tembakan yang mengenai rumah kami," kata penduduk setempat kepada AFP. "Orang-orang bersembunyi di dalam rumah. Sekolah diliburkan."

Terbaru
Afrika