Afrika

Putra diktator Libya bebas

5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:34
12 JUN 2017
Saif Al Islam Khadafi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Saif Al Islam Khadafi, putra diktator Libya Muammar Khadafi (1942--2011), dibebaskan dari penjara oleh kelompok bersenjata di Kota Zintan, bagian barat Libya.

Kelompok bersenjata yang setia kepada pemerintah di Libya timur, Sabtu (10/06/2017) mengumumkan bahwa mereka membebaskan Saif pada Jumat. Dia kemudian meninggalkan Zintan, dan saat ini, keberadaan tidak diketahui.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Libya, yang masih bertikai, berkaitan dengan pembebasan putra Khadafi.

Saif ditahan sejak 2011 oleh kelompok milisi di Zintan, kota kecil yang terletak di sebelah barat daya ibu kota Libya, Tripoli.

Ia dituduh menyebar hasutan hingga memicu kerusuhan dan pembunuhan pemrotes selama kerusuhan 2011, yang menggulingkan pemerintah ayahnya. Khadafi tewas dihakimi massa, yang notabene juga warganya, setelah ditangkap gerilyawan pada 2011.

Pengadilan Tripoli pada 2015 menjatuhkan hukuman mati kepada Saif, yang pernah dipandang banyak kalangan sebagai calon ahli waris ayahnya sebelum kerusuhan politik, bersama dengan beberapa pejabat lain bekas rejim Libya.

Namun, parlemen yang berpusat di Libya timur memberi dia amnesti tak lama setelah vonis hukuman mato tersebut, demikian laporan kantor berita Xinhua.

Saif juga diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena kejahatan terhadap umat manusia yang dilakukan selama upaya yang gagal untuk menindas kerusuhan 2011. Tapi, milisi menolak untuk menyerahkannya kepada ICC.

Libya secara politik masih terpecah setelah enam tahun konflik pasca-kejatuhan Khadafi. Ada dua pemerintah dan parlemen yang bertikai, yakni satu berpusat di Tripoli dan satu lainnya berada di Kota Pelabuhan Tobruk di bagian timur negeri itu.

Berbagai upaya menengahi konflik itu dilancarkan oleh masyarakat internasional.

Bahkan, para pesaing politik menandatangani kesepakatan perdamaian yang ditaja PBB pada Desember 2015, yang menghasilkan terbentuknya Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez As-Sarraj dan berpusat di Tripoli.

Namun, Parlemen yang berpusat di Tobruk, yang diakui oleh masyarakat internasional, telah menolak untuk mengesahkan pemerintah saingannya itu.

Terbaru
Afrika