Amerika

Rusia-Cina veto resolusi DK PBB terkait sanksi Suriah

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:36
01 MAR 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Rusia dan Cina memveto resolusi PBB yang akan menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Suriah karena terbukti menggunakan senjata kimia selama perang.

Resolusi yang dirancang oleh Inggris, Prancis dan Amerika Serikat itu mendapat dukungan dari sembilan anggota Dewan Keamanan, sementara tiga negara lainnya Cina, Rusia dan Bolivia menolak. Kazakhstan, Ethiopia dan Mesir memilih abstain dalam pemungutan suara Selasa (28/02).

Resolusi PBB membutuhkan sembilan suara dukungan dan tanpa veto untuk bisa disahkan. Ini adalah ketujuh kalinya Rusia, sekutu utama Suriah, menggunakan hak vetonya untuk melindungi rezim Damaskus.

Cina, yang merupakan salah satu anggota tetap DK PBB pemegang hak veto, juga ikut memveto enam resolusi lain mengenai Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa sanksi terhadap Suriah saat perundingan damai berlangsung di Jenewa "sangat tidak pantas" dan akan merusak upaya mengakhiri perang Suriah yang sudah berlangsung hampir enam tahun.

"Resolusi ini sangat tepat," kata Duta Besar AS Nikki Haley kepada DK PBB setelah kebijakan itu kalah dalam pemungutan suara. "Hari yang sedih di Dewan Keamanan ketika anggota mulai membuat alasan untuk negara anggota lain yang membunuh rakyatnya sendiri.

"Dunia tak diragukan lagi adalah tempat yang lebih berbahaya," katanya.

Resolusi itu akan memasukkan 11 warga Suriah, utamanya komandan militer, dan 10 entitas terkait serangan kimia tahun 2014 dan 2015 dalam daftar hitam sanksi PBB.

Kebijakan itu dibuat menyusul investigasi PBB yang menyimpulkan pada Oktober bahwa angkatan udara Suriah telah menjatuhkan bom barel berisi klorin dari helikopter di tiga desa pada tahun 2014 dan 2015.

Panel gabungan PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) juga mendapati anggota ISIS menggunakan gas mustard dalam serangan tahun 2015.

Pemerintah Suriah selalu membantah menggunakan senjata kimia dalam perang yang telah menewaskan 310.000 orang sejak Maret 2011, demikian sebagaimana dikutip dari AFP.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
Amerika