Amerika

Bulan madu Trump dan Putin dianggap sudah berakhir

5.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:55
04 MAR 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Bulan madu antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berakhir dianggap sudah berakhir setelah penasihat keamanan nasional Michael Flynn mengundurkan diri.

Sejak Flynn, yang menyerukan hubungan lebih bersahabat dengan Rusia, mundur, sejumlah pejabat yang mengurus politik luar negeri dalam pemerintahan Trump mulai bersuara keras pada Rusia.

Flynn digantikan Letnan Jenderal HR McMaster yang berpandangan keras soal Rusia.

Indikasi lain berakhirnya bulan madu Trump dan Putin adalah ucapan dua sumber Gedung Putih yang menyatakan bahwa pihaknya telah menawarkan kursi di Dewan Keamanan Nasional pada akademisi yang dikenal kritis terhadap Rusia, Fiona Hill. Hingga kini masih belum diketahui apakah Hill akan menerima tawaran tersebut.

Tekanan kepada pemerintahan Trump agar bersikap lebih keras pada Putin juga muncul dari Partai Republik di Kongres, dan negara-negara Eropa yang khawatir akan agresi Rusia di Ukraina dan aneksasi negara tersebut terhadap Krimea.

Kini AS tengah sibuk membantah bukti-bukti baru yang mengindikasikan bahwa Jaksa Agung Jeff Sessions, menantu sang presiden Jared Kusher, dan pejabat lainnya telah berkomunikasi dengan Rusia jelang Pemilu presiden tahun lalu.

Akibatnya, sejumlah pihak mendesak agar investigasi dugaan campur tangan Moskow dalam Pemilu AS diperluas.

"Kini ada kepanikan besar di kalangan elit Amerika Serikat terkait Rusia. Trump kini semakin terpojok," kata Matthew Rojansky, pakar Rusia di lembaga Wilson Center, Washington.

Gedung Putih sendiri membantah pihaknya telah melakukan hubungan yang melanggar hukum dengan Rusia.

Trump sampai saat ini masih belum memaparkan kebijakan umum terhadap Rusia. Hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terkahir terus memanas akibat perbedaan sikap terkait Suriah dan Ukraina.

Pada bulan lalu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, terbang ke Eropa untuk meyakinkan negara-negara anggota pakta pertahanan NATO akan komitmen Amerika Serikat. Dia juga menegaskan pihaknya tidak berencana membangun hubungan militer dengan Rusia.

Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, pekan lalu, mengecam Rusia karena menggunakan hak veto di Dewan Keamanan untuk melindungi pemerintahan Suriah terkait tudingan penggunaan senjata kimia.

Situasi-situasi di atas nampak kontras dengan pernyataan Trump selama kampanye, di mana dia ingin membuka hubungan baik dengan Rusia terutama dalam memerangi terorisme. Dia bahkan berulangkali memuji Putin melalui cuitan di akun media sosial Twitter.

Namun sikap Trump kini nampak berubah. "Mungkin saya tidak akan bisa bersahabat dengan Putin," kata Trump dalam konferensi pers pertengahan Februari lalu.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Amerika