Amerika

Warga Los Angeles demo desak pemakzulan Trump

10.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:16
03 JUL 2017
Dok. Warga Amerika Serikat memegang poster bertuliskan #NotMyPresident (#BukanPresidenSaya).
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ribuan pengunjuk rasa melakukan pawai di pusat kota Los Angeles, California, mendesak Kongres memakzulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Aksi damai tersebut merupakan satu dari selusin kegiatan serupa yang digelar di sejumlah tempat di AS pada Minggu (02/07/2017) dengan tujuan menyampaikan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Trump yang baru berlangsung lima bulan.

Demonstrasi di Los Angeles dimulai dari Pershing Square. Salah satu peserta John Meranda (56) dari Long Beach membawa poster bergambar wajah Trump dengan tubuh bayi dan tertulis kata "Makzulkan" di atasnya.

"Ketika bangun dari tidur setiap hari, ada saja sesuatu yang menjadi lebih buruk dari kemarin," kata Meranda, dikutip dari Los Angeles Times.

Pekan lalu, Partai Republik memangkas anggaran Medicaid, yang menurut Meranda telah menyelamatkan nyawa sejumlah rekannya.

Angela Greene dari San Pedro membawa poster berwarna merah muda bertuliskan, "Kami membutuhkan pemimpin, bukan tukang cuit menyeramkan di Twitter."

Aksi mendesak pemakzulan Trump juga digelar di berbagai kota lainnya seperti Chicago, New York, dan Washington, DC.

Di Los Angeles, pawai berakhir di Fletchter Bowron Square dekat balai kota setempat. Beberapa pemimpin aksi kemudian menyampaikan orasi, termasuk anggota DPR AS Brad Sherman.

Politisi asal San Fernando Valley itu berselisih dengan sejumlah politisi Partai Demokrat di DPR AS dengan merancang dan menyebarkan artikel pemakzulan Trump dengan menuduhnya berupaya menggagalkan penyelidikan FBI terhadap Michael Flynn, yang dipecat sebagai penasihat keamanan nasional pada Februari oleh Trump.

Gedung Putih mengatakan, mantan jenderal bintang tiga tersebut dipecat karena berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat lainnya soal hubungannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak. 

FBI menyelidiki Flynn untuk mengetahui keterlibatan Rusia dalam Pemilu presiden AS 2016 lalu, tapi Trump meminta direktur FBI saat itu James Comey menghentikannya. Comey pun akhirnya juga dipecat oleh Trump.

"Kita harus bertindak sekarang juga untuk melindungi negara kita dari penyalahgunaan kekuasaan dan pemimpin bodoh yang impulsif," kata Sherman.

Terbaru
Amerika