Amerika

Kanada bayar Rp106 miliar ke mantan tahanan Guantanamo

10.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:38
04 JUL 2017
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Pemerintah Kanada meminta maaf kepada warganya yang menjadi tahanan Guantanamo selama 10 tahun dengan cara memberikan biaya ganti rugi sebesar US$ 8 juta atau setara Rp106,93 miliar.

Omar Khadr dijebloskan ke penjara Guantanamo ketika usianya masih 15 tahun, dengan tuduhan membunuh tentara Amerika Serikat di Afghanistan. Dia mengaku bersalah, namun Mahkamah Agung Kanada kemudian menemukan bahwa hal itu dilakukannya di bawah tekanan, setelah mendapatkan siksaan kejam.

Pembayaran ganti rugi tersebut pertama kali diungkap oleh pejabat Kanada, yang tak mau disebut namanya, Selasa (04/07/2017), setelah pemerintah dan pengacara Khadr mendiskusikannya bulan lalu, The Guardian melaporkan.

Khadr ditangkap oleh tentara AS usai terjadi pertempuran di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian anggota Al Qaeda di Afghanistan. Dia dicurigai melempar granat yang menyebabkan Sersan Christopher Speer tewas, dan dituduh melakukan kejahatan perang.

Dia mengaku bersalah pada 2010 atas beberapa tuduhan, termasuk di antaranya pembunuhan, dan divonis delapan tahun penjara ditambah dengan masa lamanya dia mendekam di tahanan. Dia dipulangkan ke Kanada dua tahun kemudian untuk menjalani sisa masa tahanannya, dan dibebaskan pada 2015.

Mahkamah Agung Kanada memutuskan pada 2010 bahwa pejabat intelijen mereka mendapatkan bukti bahwa Khadr diinterogasi dengan kejam di Guantanamo pada 2003. Intelijen Kanada kemudian membagikan bukti penyiksaan tersebut dengan intelijen AS.

Khadr merupakan tahanan termuda di Guantanamo. Dia juga merupakan orang Barat terakhir yang bebas dari penjara terkejam dunia milik AS tersebut.

Ganti rugi lebih kecil dari tuntutan

Pengacara Khadr sebenarnya menuntut biaya ganti rugi dua kali lipat dari jumlah tersebut karena sudah memenjarakan kliennya. Dia mengatakan, pemerintah Kanada telah melanggar hukum internasional dengan tidak melindungi warganya dan berkomplot dengan AS dalam menyiksa Khadr.

Istri Speer dan rekannya yang mengalami kebutaan akibat serangan granat di Afghanistan mengajukan tuntutan kepada Khadr pada 2014 yang dianggap telah membunuh dan melukai tentara AS. Hal tersebut dilakukan agar Khadr tidak mendapatkan biaya ganti rugi sebesar US$ 20 juta seperti yang diinginkannya.

Hakim AS kemudian memutuskan pada 2015 bahwa Khadr harus membayar biaya ganti rugi kepada keduanya dengan nilai cukup fantastis yakni US$ 134,2 juta. Tapi, mereka tampaknya tidak akan pernah benar-benar mendapatkan uang tersebut karena Khadr tinggal di Kanada.

Pengacara Khadr mengatakan, kliennya dipaksa ke medan tempur oleh ayahnya, Ahmed Said Khadr. Keluarganya pernah tinggal sebentar bersama Osama bin Laden ketika Khadr masih kecil. Ayah Khadr yang lahir di Mesir tewas pada 2003 ketika helikopter militer Pakistan mengebom rumah tempatnya berlindung.

Setelah dibebaskan dari penjara di Provinsi Alberta pada 2015, Khadr memaafkan keluarga tentara AS. Dia menegaskan bahwa dirinya menolak jihad dengan kekerasan dan ingin memulai hidup baru dan menyelesaikan pendidikannya di bidang kesehatan. Dia kini tinggal di Edmonton, Alberta.

Terbaru
Amerika