Amerika

AS cabut larangan bawa laptop ke kabin pesawat

6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:10
20 JUL 2017
Dok. Pesawat.
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Amerika Serikat mencabut larangan membawa laptop ke kabin pesawat bagi penumpang yang melakukan perjalanan dari bandara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi bandara terakhir dari 10 bandara yang masuk dalam larangan pemerintah AS. Departemen Dalam Negeri AS (DHS) mengonfirmasi pencabutan larangan ini melalui Twitter, Rabu (19/07/2017).

Maskapai Timteng menyebut larangan membawa laptop yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump membuat jumlah penumpang mereka menuju AS berkurang.

Pada Maret, AS melarang penumpang dari 10 bandara di Timteng dan Afrika Utara membawa perangkat elektronik berukuran besar, seperti laptop dan tablet, ke kabin pesawat dengan alasan bahan peledak bisa dipasang di dalamnya.

Sebelumnya sejak awal bulan ini, AS juga sudah mencabut larangan membawa laptop ke kabin pesawat bagi sembilan maskapai Timteng, yakni Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Royal Jordanian, Kuwait Airways, EgyptAir, dan Royal Air Maroc. Hanya kesembilan maskapai tersebut yang memiliki jadwal penerbangan langsung ke AS dari Timteng.

Meskipun demikian, larangan masuk bagi warga enam negara mayoritas Muslim—Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman—masih berlaku, meski diberlakukan sejumlah pembatasan oleh pengadilan.

Otoritas AS baru memutuskan mencabut larangan membawa laptop ke kabin pesawat setelah mengunjungi 10 bandara di Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Mesir, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Mereka ingin memastikan bandara-bandara di negara tersebut sudah sesuai dengan aturan keamanan baru yang ditetapkan DHS pekan lalu, dan mulai berlaku Rabu.

Dalam aturan baru tersebut, bandara diwajibkan memperketat pemeriksaan terhadap penumpang, meningkatkan protokol keamanan di sekitar pesawat dan di area penumpang serta memperluas pemeriksaan dengan anjing pelacak.

Aturan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi 325 ribu penumpang dan 2.000 penerbangan setiap harinya di AS serta 180 maskapai dari 280 bandara di 105 negara dunia.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Amerika
Berita Terkait
21 Februari 2019 | 08:46
IHSG kembali lewati level 6.500