Asia

Puluhan ribu warga Myanmar lari ke Cina

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:21
10 MAR 2017
Dok. Warga Myanmar mengungsi untuk menghindari pertempuran antara tentara dan pemberontak. Foto: AsiaNews
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Lebih dari 20 ribu orang lari dari Myanmar utara ke Cina dalam beberapa bulan terakhir untuk mencari perlindungan dari pertempuran antara kelompok etnis dan tentara, menurut pejabat di Beijing.

Geng Shuang, juru bicara kementerian luar negeri Cina, Kamis (09/03), mengatakan warga Myanmar yang datang ditawarkan bantuan kemanusiaan "untuk menghindari perang sementara waktu", dikutip dari Al Jazeera.

Pada Senin, sedikitnya 30 orang tewas dalam serangan fajar pemberontak etnis Cina, Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), terhadap markas polisi, tentara dan gedung pemerintahan di Laukkai, ibu kota Kokang, sekitar 800 kilometer dari pusat perdagangan Yangon.

Keesokan harinya, MNDAA mengatakan serangan di Laukkai dilakukan untuk memprotes "penindasan tanpa henti yang dilakukan militer" terhadap Aliansi Utara, koalisi empat pemberontak etnis minoritas yang belum melibatkan diri dalam pembicaraan damai dengan pemerintah Myanmar.

Pemberontak MNDAA, dalam pernyataannya, mengaku telah mundur untuk sementara waktu karena serangan tentara Myanmar.

Banyak daerah di perbatasan Myanmar yang memiliki ikatan dengan Cina. Mereka berbicara menggunakan dialek Cina dan menggunakan mata uang yuan.

"Cina mendukung proses perdamaian Myanmar dan berharap semua pihak dapat menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi," kata Geng.

Terbaru
Asia