Asia

Masalah narkoba tak bisa diselesaikan dengan peluru, kata Wapres Filipina

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:11
16 MAR 2017
Dok. Pria yang diduga pengedar narkoba tewas dalam kampanye perang melawan narkoba Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Wakil Presiden Filipina Leni Robredo mengkritik perang berdarah Presiden Rodrigo Duterte terhadap pengedar dan pengguna obat-obatan terlarang. Menurutnya, peluru tidak dapat menyelesaikan masalah narkoba di Filipina.

Robredo, yang merupakan politisi oposisi Partai Liberal, mengatakan dia secara terbuka meminta Duterte "mengarahkan negara untuk menghormati aturan hukum, bukan malah terang-terangan mengabaikannya".

"Kami memintanya menegakkan hak asasi manusia yang tercantum dalam konstitusi kita, bukan mendorong pelanggaran. Kami juga meminta rakyat Filipina untuk menentang serangan terbuka atas hak-hak mereka," kata Robredo dalam pidatonya yang akan ditampilkan dalam forum PBB terkait pembunuhan ekstra yudisial, atau tanpa proses hukum, hari ini, dikutip dari Al Jazeera.

Sejak Juli tahun lalu, lebih dari 7.000 orang tewas dalam kampanye berdarah melawan peredaran narkoba Duterte, lanjut Robredo. "Kami melihat statistik yang sangat bengis," ujarnya.

Duterte dan kepala polisi Filipina mengatakan mereka tidak membenarkan pembunuhan ekstra yudisial, tapi berulangkali mengancam menghukum mati tersangka kasus narkoba dalam pidato publik.

Bulan lalu, Amnesti Internasional mengatakan polisi Filipina bertindak layaknya pelaku kriminal bawah tanah yang secara sistematis mengincar orang-orang miskin dan tak berdaya, merekrut pembunuh bayaran, mencuri barang milik orang yang mereka bunuh, dan membuat berita palsu soal operasi melawan narkoba.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
Asia