Asia

Mesin AirAsia X terbakar akibat burung, ahli tak percaya

9.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:25
04 JUL 2017
Pesawat AirAsia X dengan nomor penerbangan D7207 yang mesin sebelah kanannya terbakar akibat menabrak burung dalam penerbangan dari Gold Coast, Australia, menuju Kuala Lumpur, Malaysia, masih terparkir di Bandara Brisbane pada Selasa (04/07/2017) pagi. Foto: ABC
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pesawat AirAsia X terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Brisbane, Australia, karena menabrak burung. Penumpang melihat percikan api dari mesin sebelah kanan.

Insiden terjadi tak lama setelah pesawat tujuan Kuala Lumpur, Malaysia, lepas landas dari Bandara Gold Coast di Queensland pada Senin (03/07/2017) malam sekitar pukul 22.20. Pesawat sempat terbang selama satu jam sebelum mendarat di Brisbane, dikutip dari Australia Plus.

Seorang penumpang, Eric Lim, mengunggah foto dan video pesawat di jejaring sosial dan menggambarkan kepanikan yang terjadi di dalam kabin.

"Ada percikan berturut-turut 'boom, boom, boom,'" tulis Eric di Facebook. "Beberapa orang menangis dan berteriak 'Ya, Tuhan, Ya, Tuhan.'"

Penumpang pesawat berkapasitas 345 penumpang dan 14 awak lainnya, Calvin Boon, mengatakan ia melihat api dari mesin pesawat. "Seluruh mesin meledak dan api berkobar, seperti di fim Resident Evil, betulan," katanya.

Keberhasilan pilot mendaratkan pesawat dalam keadaan mesin tak berfungsi mendapatkan apresiasi dari penumpang dan AirAsia.

"Kami selamat dari insiden menakutkan itu ... Syukurlah kami masih hidup," kata seorang penumpang di Facebook. "Kapten AirAsia melakukan hal yang hebat, sangat menakutkan, satu mesin hilang."

Sementara CEO AirAsia X Benyamin Ismail memuji tindakan pilot karena berhasil menyalamatkan nyawa ratusan penumpangnya dengan selamat.

"Kami memuji pilot dan awak kapal kami atas profesionalisme dan tindakan cepat mereka untuk meyakinkan para pnumpang yang berada di pesawat D7207, serta mendaratkan pesawat dengan selamat di bandara Brisbane," katanya.

Benyamin mengatakan, para penumpang dapat melanjutkan penerbangan ke Malaysia menggunakan pesawat sewaan. 

Ahli curiga dengan penjelasan AirAsia

Penjelasan AirAsia yang menyatakan bahwa pendaratan dilakukan akibat pesawat menabrak burung tidak diterima begitu saja oleh sejumlah ahli.

"Dua ekor burung ditemukan di landasan pacu," kata AirAsia dalam sebuah pernyataan untuk mendukung argumen tersebut.

Ketua Strategic Aviation Solutions Neil Hansford, yang berkonsultasi dengan sejumlah maskapai penerbangan komersial dan bandara, mengatakan penjelasan AirAsia X mencurigakan, terutama ketika Gold Coast telah mengeluarkan banyak uang untuk menjauhkan burung-burung dari kawasan bandara.

Dia mengatakan, ketika sebuah mesin pesawat disertifikasi, penguji melemparkan ayam beku ke dalamnya untuk memastikan bahwa mesin tersebut tetap dapat berfungsi dengan baik.

"Jika saya melihat mesinnya, ada bagian blade pada mesin yang hilang, ini menurut saya sedikit mencurigakan. Saya juga curiga saat maskapai AirAsia X mengatakan telah menemukan bangkai di landasan pacu," katanya.

"AirAsia tidak memiliki akses ke landasan pacu. Ini sudah dipastikan oleh pihak bandara di Gold Coast.

"Pemeliharaan lingkungan bebas burung di lahan bandara adalah tanggung jawab pihak bandara."

Neil mengatakan, hanya burung besar dari kawasan perairan yang bisa menyebabkan kerusakan mesin tersebut. Ia meragukan burung-burung besar ini terbang di kawasan bandara pada malam hari.

"Ada perbedaan antara blade yang bengkok dan terlepas, yang jadi keadaan sebenarnya yang dialami AirAsia di Perth minggu lalu," katanya. "Bagi saya hubungan kedua insiden ini belum lengkap, semoga tidak ada yang ditutup-tutupi."

Insiden ini terjadi kurang dari dua pekan setelah pesawat AirAsia X mengalami guncangan hebat seperti di dalam mesin cuci akibat masalah mesin dan terpaksa kembali ke Perth.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Asia