Timur Tengah

Rezim langgar gencatan senjata, gerilyawan Suriah setop perundingan damai

2.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:59
03 JAN 2017
Dok. Serangan udara di Suriah.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sejumlah kelompok gerilyawan Suriah menghentikan pembicaraan terkait rencana negosiasi damai bulan ini karena pemerintah melanggar gencatan senjata yang baru berlangsung selama empat hari.

Gencatan senjata yang diprakarsai Rusia dan Turki rencananya akan diikuti oleh negosiasi damai antara oposisi dan rezim Bashar al-Assad di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Tapi, dalam pernyataan yang dikutip dari Associated Press hari ini, 10 kelompok gerilyawan menghentikan segala pembicaraan terkait negosiasi Astana atau gencatan senjata sampai pemerintah benar-benar mengimplementasikannya.

Dokter dan pekerja bantuan di Suriah utara, Shajul Islam, mengatakan, pasukan pemerintah kembali melakukan serangan udara di provinsi Idlib.

"Serangan udara di Idlib #Suriah telah dimulai kembali. Gencatan senjata tak berguna. (Serangan) hanya berhenti selama perayaan Natal/Tahun Baru," kata Islam di Twitternya, @DrShajulIslam, hari ini.

Beberapa jam sebelumnya, On the Ground News, yang selama ini meliput perang Suriah langsung dari lapangan, melaporkan bahwa telah terjadi serangan drone semalam.

"Serangan drone terjadi semalam. Gerilyawan menuduh rezim berkali-kali melanggar kesepakatan gencatan senjata," seperti dikutip dari akun Twitter mereka, @OgnNews.

Dalam sebuah pernyataan bersama, gerilyawan mengatakan, mereka "menghormati gencatan senjata di seluruh Suriah... tapi, rezim dan sekutunya tidak pernah menghentikan tembakan dan melancarkan serangan besar dan sering melanggar, terutama di (wilayah kekuasaan gerilyawan) Wadi Barada dan Ghouta Timur" dekat Damaskus.

"Karena pelanggaran ini terus berlangsung, gerilyawan mengumumkan... dihentikannya segala macam pembicaraan terkait negosiasi Astana," tegas mereka.

Timur Tengah