Timur Tengah

Al Jazeera kecam keputusan Saudi hentikan operasinya

4.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:58
07 JUN 2017
Al Jazeera
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Al Jazeera mengatakan, keputusan Arab Saudi menutup kantor dan mencabut izin operasinya menyusul krisis diplomatik di kawasan Teluk sebagai hal yang "tidak dapat dibenarkan".

Dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera mengecam keputusan tersebut dan meminta Riyadh mengizinkan jurnalisnya terus bekerja "tanpa intimidasi dan ancaman".

"Kami sangat yakin bahwa ini langkah yang tidak bisa dibenarkan yang diambil otoritas di kerajaan tersebut untuk menentang jaringan ini dan operasinya," menurut isi pernyataan itu, Selasa (06/06/2017) waktu setempat.

"Meskipun jaringan ini dibatasi, Al Jazeera akan terus meliput berita dan urusan yang terjadi saat ini dari kawasan tersebut dan di luarnya dengan cara objektif."

Selain menutup kantornya, Saudi juga mencabut izin yang dibutuhkan mereka untuk melakukan siaran. Mereka juga menuduh Al Jazeera mempromosikan "kelompok teroris" dan mendukung pemberontak di Yaman, AFP melaporkan.

Arab Saudi dan para sekutunya—Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Maladewa, Libya, Yaman—memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, Senin.

Secara terpisah, beIn Sports, stasiun televisi kabel sekaligus anak perusahaan Al Jazeera, berhenti siaran di Uni Emirat Arab, menurut keterangan pejabat UEA yang juga memutus hubungan dengan Qatar. 

Kairo menuding Al Jazeera mendukung Ikhwanul Muslimin yang dianggap mendalangi aksi kekerasan setelah militer Mesir menggulingkan Mohammad Morso yang terpilih secara demokratis pada 2013.

Timur Tengah