Timur Tengah

Anggota parlemen Israel ancam eksekusi keluarga Palestina

6.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:01
27 JUL 2017
Oren Hazan
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Anggota parlemen Israel mengatakan akan mengeksekusi seluruh anggota keluarga warga Palestina yang melakukan serangan terhadap pemukim Yahudi sebagai bentuk balas dendam.

Dalam video yang diunggah akhir pekan lalu di akun Facebooknya, Oren Hazan mengatakan, akan menggusur rumah Omar Al Abed dan mengeksekusi keluarganya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (27/07/2017).

Mustafa Barghouti, mantan menteri informasi Palestina dan sekretaris umum partai Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan, ucapan Hazan membuktikan “betapa besarnya sikap rasisme” tertanam di Israel melalui “sistem apartheid dan pendudukan” yang mereka terapkan.

“Ini sangat berbahaya,” katanya kepada Al Jazeera. “Dan, ucapan seperti ini biasanya diabaikan oleh dunia internasional.”

Dalam video tersebut, Hazan mengatakan: “Saya ingin jujur kepada Anda semua tanpa ingin terdengar ekstrem, karena Tuhan melarangnya, tapi jika terserah saya, maka saya akan mendatangi rumah ‘teroris’ kemarin, menangkap dia dan keluarganya dan mengeksekusi mereka secara bersama-sama.”

“Eksekusi adalah hukuman paling ringan” bagi Abed, lanjut dia.

Abed (20) melompati pagar di Halamish, permukiman khusus Yahudi di Tepi Barat, dan menusuk tiga warga Israel hingga tewas pekan lalu di tengah memanasnya kondisi Palestina menyusul tindakan pasukan Israel melarang umat Muslim melaksanakan salat di Masjid Al Aqsa.

Dia kemudian ditembak oleh pasukan Israel usai melakukan aksinya.

Hazan memprotes tindakan polisi yang membiarkan Abed dirawat di rumah sakit Israel. “Biarkan saja dia mati, biarkan dia berkubang dalam darahnya sendiri. Mereka tidak punya hak untuk hidup, mereka bahkan tidak berhak untuk lahir ke dunia ini, dan saya harap semua orang sependapat dengan saya.”

Hazan merupakan anggota partai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Likud Party.

Pada Selasa, pasukan Israel menahan Ibtisam Al Abed, ibu Abed, karena mengatakan bahwa dia bangga pada anaknya dalam sebuah video yang diunggah ke media social.

Namun, dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak mendukung tindakan anaknya tersebut kepada harian Haaretz.

Selain menyerang Abed dan keluarganya, Hazan juga menyalahkan Hanin Zoabi dan Ahmed Tibi, anggota parlemen Isreal berkebangsaan Palestina, yang dituduhnya menghasud warga Palestina untuk melakukan serangan.

Namun menurut Barghouti, justru para politisi Israel lah yang suka menghasud. “Ini (ucapan Hazan) menunjukkan tingkat hasutan di pihak Israel, sementara mereka menuduh orang-orang Palestina melakukan hal tersebut. Ini bukan yang pertama: Kita bicara soal rasisme dalam setiap pidato politik dan siaran televise.”

Hazan pernah ditegur di masa lalu karena ujaran kebenciannya, termasuk ancaman terhadap anggota parlemen Israel Aida Touma-Suleiman baru-baru ini. “Kami akan menghapus senyuman dari wajah Anda … Kami akan menghapus senyum jelek Anda,” katanya kepada Aida, yang merupakan politisi sekaligus jurnalis keturunan Arab.

Pada Selasa, Komite Etik Knesset menegur Hazan atas ucapannya di Facebook. Tapi, tidak jelas hukuman apa yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Terbaru
Timur Tengah
Berita Terkait