Hukum

Sidang anak gugat Ibu kandung, hakim sarankan penyelesaian damai

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:44
30 MAR 2017
Sidang anak gugat ibu kandung (Foto: Rimanews/Rimanews)
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Majelis hakim Pengadilan Negeri Garut menyarankan agar gugatan Yani Suryani terhadap ibu kandungnya, Siti Rokhayah (83) senilai Rp 1,8 miliar gara-gara utang senilai Rp 21 juta belum dilunasi, diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saya berharap kembali kepada hakikat kita sebagai manusai. Dimana bisa menyelesaikan masalah ini. Dan bisa kembali berdamai. Apalagi banyak yang mau mendamaikan, hutang tersebut pada prinsipnya bisa diselesaikan, karena masih ada hubungan darah semuanya. Saya minta ini bukan hal yang prinsip," kata Ketua Majelis Hakim Endratno Rajamai di hadapan penggugat dan tergugat saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Garut, hari ini.

Siti Rokayah digugat anak kandungnya Yani Suryani dan menantunya Handoyo Adianto senilai Rp 1,8 miliar karena utang piutang. Kasus perdata itu bermula dari masalah utang piutang yang terdiri dari kerugian materil kurang lebih Rp 640 juta dan immateril Rp 1,2 miliar. 

Gugatan itu berawal dari ketika kakak Yani, Asep Ruhendi mengalami kredit macet di Bank BRI Cabang Garut, yang jatuh tempo pada 31 Januari 2001. Nilainya kurang lebih Rp 40 juta rupiah. Handoyo kemudian membantu melunasi utang itu, asalkan sertifikat tanah atas nama mertuanya dibalik nama atas namanya. Gara-gara utang Rp 21 juta itu, Yani dan Handoyo menggugat ibunya.

Ketua majelis hakim menjelaskan, saran yang dia sampaikan hanya untuk menggugah agar tergugat berpikir ulang.

"Masalah utang harus dibayar, sampai mana pun akan dikejar. Namun saya melihat karena kasus ini sudah banyak masuk media, kenapa saya kira sangat susah sekali mendamaikannya. Ini menjadi tugas kuasanya agar bisa lebih aktif lagi memberikan saran kepada para pihak untuk berdamai," jelasnya.

Bahkan, Ketua Majelis Hakim memberikan saran, jika pengacara penggugat dan penggugat sendiri harusnya berpikir kepada masalah yang lebih besar.

"Saya berharap pengacara penggugat tergugah, karena masih banyak perkara lain yang lebih besar. Jika ini dilanjutkan bisa memutus tali persaudaraan," jelas Hakim Ketua.

Majelis Hakim berharap, jika sidang ini masih dalam tahap awal. Belum masuk kepada ranah pembuktian, sehingga masih bisa diselesaikan dengan damai.

"Ini baru tahap awal sidang, kalau sudah masuk ke pembuktian susah, saya berharap bisa terjadi perdamaian yang hakiki, dan ini harus bisa terjadi. Jangan hanya diatas kertas," paparnya.

Sidang yang digelar pukul 11.00 wib selesai sekira pukul 11.45 wib. Sejumlah pihak yang berperkara langsung keluar dari ruang persidangan tanpa bersalaman.

Pantauan Rimanews, keluarga tergugat Siti Rokhayah membawa ibu-ibu majelis talim ke ruang sidang untuk memberikan dukungan kepada Siti Rokhayah.

Terbaru
Hukum