Hukum

KPK akan datangkan 8 saksi kasus e-KTP

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:45
10 APR 2017
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK berencana menghadirkan delapan orang saksi guna dikorek keterangannya terkait pengadaan Proyek e-KTP yang membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 Triliun.

"Pada persidangan e-KTP kedelapan, rencananya akan menghadirkan delapan orang saksi. Saat ini KPK ingin membuktikan terlebih dahulu proses pengadaan yang diduga dilakukan secara menyimpang," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi hari ini.

Febri menyebutkan delapan saksi tersebut yakni Sambas Maulana (Kementerian Keuangan), F.X. Garmaya Sabarling (Kementerian Dalam Negeri), Kristian Ibrahim Moekmin (Kementerian Luar Negeri), Wirawan Tanzil (PT Avidisc Crestec Interindo), Meidy Layooari (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Setya Budi Arijanta (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Berman Jandry Hutasoit (PT Hewlett Packard) dan Dedi Prijono (Pengusaha Industri Rumah Tangga Elektroplating)

Sebelumnya, pada kamis malam lalu, JPU KPK, Irene Putri mengatakan, pihaknya akan membuktikan skenario persekongkolan dari pihak konsorsium saat melakukan pengadaan proyek e-KTP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi dalam rangka penyidikan kasus korupsi pengadaan paket penerapan KTP Elektronik 2011-2012 di Kementerian Dalam Negeri. Kedelapan orang tersebut dikenal sebagai Tim Fatmawati.

"Delapan saksi itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (07/04/2017).

Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
Hukum