Hukum

KPK tolak spekulasi teror air keras terkait e-KTP

4.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:17
13 APR 2017
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menolak berspekulasi dan tergesa-gesa menyimpulkan teror air keras ke wajah Novel Baswedan terkait kasus suap korupsi proyek e-KTP yang tengah ditanganinya.

"Terlalu dini jika dijawab ini terkait (korupsi e-KTP) atau tidak. Hal ini masih ditelusuri lebih lanjut," katanya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, semalam.

Meskipun tidak ingin berspekulasi, Febri menegaskan jika Novel merupakan kepala satuan tugas dalam penyidikan kasus KTP elektronik yang menyeret sejumlah nama besar di Indonesia. 

Menurut mantan Aktifis ICW itu, sampai saat ini KPK masih terus berkordinasi dengan aparat kepolisian dan memberikan informasi yang diperlukan untuk mengusut tuntas kasus penyiraman tersebut.

Diduga pelaku penyiraman berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor serta mengenakan helm.

Sebagai informasi, Novel terkena siraman air keras usai menunaikan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kepala Gading, Jakarta Utara. 

Setelah aksi teror tersebut, Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kepala Gading lalu dipindahkan lagi ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center Menteng, Jakarta Pusat.

Guna menjalani pemeriksaan kornea akhirnya Novel dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Hukum