Hukum

Ketua tim teknis e-KTP pernah terima uang US$ 20 ribu

6.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:00
17 APR 2017
Ilustrasi
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Tim Teknis Proyek e-KTP Husni Fahmi mengakui pernah menerima uang sebesar US$ 20 ribu atau setara Rp 265,76 juta dari Direktur PT. Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem.

Menurutnya, uang tersebut ia terima saat hendak menuju Florida, Amerika Serikat, dan dibungkus dalam sebuah amplop. Dia sempat menolak jika uang tersebut terkait proyek pengadaan e-KTP, tapi ternyata upah sebagai pembicara dalam acara Biometric Consortium Conference.

"Uang tersebut merupakan upah saya sebagai keynote speaker di Florida," ujar Husni.

Selain uang US$ 20 ribu itu, Husni juga mengaku rutin menerima uang Rp 200 ribu-Rp 500 ribu. Namun, sekali lagi menurutnya, uang itu merupakan uang transport selama menjadi ketua tim teknis dalam proyek tersebut.

Ia tak merinci dari mana uang tersebut didapatkannya. Ia hanya mengatakan telah mengembalikannya kepada KPK. "Saya sudah kembalikan ke KPK," katanya.

Husni juga mengaku tidak pernah menerima uang sebesar US$ 20 ribu dari salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP, Sugiharto.

PT Biomorf Lone Indonesia merupakan penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1, yang nantinya digunakan dalam proyek e-KTP. Kasus korupsi e-KTP disebut merugikan negara Rp 2,3 triliun.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Hukum