Hukum

DPR pertanyakan KPK belum tetapkan Nazaruddin tersangka skandal e-KTP

7.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:20
18 APR 2017
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil akan meminta keterangan kepada KPK tentang belum ditetapkannya mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

Padahal, Nazaruddin mengetahui kasus E-KTP. Bahkan, tanggal 8 September 2011, Nazaruddin menyebut bahwa pimpinan KPK lama adalah perampok.

"Saya akan pertanyakan kepada KPK kenapa Nazaruddin tidak juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Padahal, dia (Nazaruddin) mengetahui kasus E-KTP," kata Nasir di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/04/2017).

Meski demikian, dirinya berkeyakinan bahwa Nazaruddin akan jadi tersangka dalam kasus E-KTP. Menurutnya, KPK hanya menunda penetapan status tersangka karena selama ini Nazaruddin menjadi justice collaborator untuk mengungkap kasus tersebut.

"Artinya kalau  dia langsung ditetapkan sebagai tersangka, membuat yang bersangkutan menyembunyikan informasi yang dimiliki. Saya pikir ini strategi dan soal waktu saja. Dan tidak mungkin kemudian orang yang mengetahui info dan melihat peristiwa dan dia bagian dari peristiwa itu tidak dijadikan tersangka atau tdak dihukum," kata Nasir.

Ditambahkan politisi PKS itu, KPK masih membutuhkan jasa Nazaruddin untuk mendegradasi DPR RI. Kalau Nazaruddin dijadikan tersangka, maka segala informasi tentang kasus e-KTP akan disembunyikan.

"Sekarang dipakai pernyataan Nazaruddin mendegradasi DPR RI melalui dugaan keterlibatan Komisi II. Kenapa KPK bisa berjalan seperti itu karena tidak ada yang mengawasi KPK sehingga bebas semaunya," kata Nasir.

"Saya yakin Nazaruddin akan terseret kasus E-KTP, tidak mungkin tidak karena ini hanya soal waktu saja," imbuhnya.

Terbaru
Hukum