Hukum

6 saksi pastikan berikan keterangan pada sidang skandal e-KTP

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:12
18 MEI 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sidang lanjutan perkara korupsi mega proyek e-KTP direncanakan akan menghadirkan delapan saksi ke persidangan dan satu saksi akan dimintai keterangan melalui Teleconference secara live dari Singapura. Namun, hingga pukul 10.00 WIB baru lima saksi yang akan dihadirkan dan saksi jarak jauh yakni Paulus Tanos yang mengkonfirmasi hadir.

"Ada 6 saksi yang sudah terkonfirmasi hadir, Paulus Tanos (melalui Teleconference ; Dirut PT Sandi Pala Arthaputra), Azmin Aulia (adik kandung mantan Mendagri Gamawan Fauzi), Afdal Noverman (adik seayah Gamawan), Willy Nusantara Najoan (Direktur Keuangan PT Quadra Solution), Amilia Kusumawardani Adya Ratman, dan Paular Sinambela (Ketua panitia pemeriksa dan penerima pengadaan)," ujar Kepala Humas Tipikor Jakarta, Johannes Priyana kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/05/2017).

Sementara itu, 3 saksi lainnya belum ada kabar kedatangannya, Ketiga orang tersebut yakni Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, Ketua panitia pemeriksa dan penerima pengadaan, Ruddy Indrato,  dan bendahara pembantu proyek e-KTP Junaidi. 

Pemilik PT Sandipala Arthaputra dan salah satu pengurus PT Mega Lestari Utama, Paulus Tanos diduga takut kembali lagi ke Indonesia, khususnya Jakarta, karena takut ditagih hutang ratusan Milyar lantaran ia merupakan salah satu pengurus dari PT Mega Lestari Unggul. 

Belakangan, perusahaan itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena memiliki hutang ratusan milyar lebih. Selain itu, seluruh kreditur juga menolak permintaan masa penundaan kewajiban pembayaran utang tetap selama 180 hari.

Sebagai informasi, pada proyek e-KTP ini, perusahaan yang dipimpin Paulus Tanos sebenarnya tidak masuk dalam konsorsium lantaran latar belakang perusahaan tersebut tidak masuk dalam kualifikasi. 

Perusahaan milik Tanos itu bisa masuk dalam proyek ini karena pengaruh kedekatannya dengan mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Perusahaan yang membawa bendera kontraktor listrik itu masuk dalam konsorsium PNRI.

Paulus Tanos juga sering datang dalam pertemuan di ruko Fatmawati dan masuk kedalam tim yang dikenal dengan nama tim Fatmawati. Hal ini diketahui saat anggota tim dari PT Java Trade Utama, Jimmy Iskandar Tedjasusila dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP pada 20 April 2017 lalu.

Terbaru
Hukum