Hukum

Patrialis pernah berikan draf putusan uji materi UU Peternakan

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:49
12 JUN 2017
Dok. Patrialis Akbar
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Direktur PT Spektra Selaras Bumi, Kamalud‎in mengaku pernah bertemu mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar di Golf Rawamangun, Jakarta, untuk menerima draf putusan uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

‎"Tanggal 5 Oktober setelah kegiatan golf menceritakan putusan, Pak Patrialis menyampaikan draft putusan ke saya‎," ujarnya di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, hari ini.

‎Setelah menerima draft tersebut, kata dua, Patrialis menelepon Ahmad Ghozali untuk menyampaikan kepada Basuki. Kamaludin pun kemudian memberikan draft itu kepada Basuki. 

Namun, tak berapa lama, Patrialis menyuruhnya untuk mengambil dan memusnahkan draft yang telah diserahkan itu karena dianggap akan berbahaya.

"Saya hubungi Basuki dan kata basuki, Ia belum membacanya, setelah saya terima saya musnahkan dengan cara menyobek-nyobek," ujarnya.

Kamaludin menyatakan, alasan pengajuan uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014‎ tersebut karena temannya, Basuki sulit menjual daging. Saat itu, impor daging telah diperbolehkan masuk ke Indonesia dan lebih parahnya daging yang tidak sehat juga bisa masuk.

‎"Penjualan menurun karena daging impor masuk, jadi susah jualan," ujarnya.

Kamaludin berinisiatif mempertemukan Basuki dengan Patrialis Akbar di salah satu restoran milik anak Basuki. Sebab, ia mengaku kenal dengan Patrialis. Dalam pertemuan itu, Basuki membahas undang-undang nomor 41 tahun 2014 tersebut.

"Awalnya menceritakan usaha restoran lalu bicara kondisi sosial. Akhirnya membahas itu (judicial Review UU No 41/2014)," ujarnya.

Kamaludin menjelaskan bahwa Patrialis merupakan pihak yang menyarankan Basuki untuk membuat surat permohonan Judicial Review tersebut.

‎"Iya karena undang-undang ini sudah lama tak dibahas. Kemudian Pak Patrialis bilang coba buat surat agar perkara ini, agar bisa menjadi perhatian hakim MK," tukasnya

Terbaru
Hukum