Hukum

Terdakwa korupsi e-KTP menyesal pernah menjabat Dirjen Dindukcapil Kemendagri

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:26
13 JUN 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Dirjen Dindukcapil Kemendagri yang menjadi terdakwa I kasus Korupsi e-KTP, Irman menyampaikan penyesalan dihadapan majelis hakim terkait jabatan yang pernah ia pegang.

Penyesalan tersebut dikarenakan dirinya tidak bisa menikmati kehidupan layaknya PNS biasa lantaran sering mendapatkan tekanan dari segala penjuru. Apalagi saat ia akan mengambil keputusan, dirinya mengaku serba salah.

"Serba salah jadi Dirjen, saya betul-betul tidak merasa nikmat menjadi Dirjen. Kadang-kadang saya menyesal menjadi Dirjen karena mendapat tekanan luar bisa," ujarnya sambil menahan suara tangisan di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Selain di tekan, Irman juga mengaku sangat kurang memberikan kasih sayang terhadap keluarga lantaran waktunya habis untuk bekerja, apalagi saat memasuki pengerjaan proyek e-KTP, dirinya bahkan harus rela bertemu dan melepas rindu kepada keluarga hanya di akhir pekan karena berangkat pagi pulang pagi.

"Selama empat tahun saya (sangat sering) pulang jam 4 pagi, sama sekali saya tidak menikmati, (lebih dari itu, saya melakukan hal tersebut) karena ada tekanan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Mendengar penyesalan tersebut, ketua majelis hakim Jhon Halasan butar-butar bukannya luluh justru kembali mempertanyakan penyesalan Irman yang berbanding terbalik dengan perbuatannya.

"Saya bisa simpulkan anda juga menikmati permainan ini. Kalau anda tidak menikmati ini kenapa menerima uang itu," ujar john.

Dalam kesempatan tersebut Irman pun mengakui dirinya mendapatkan cipratan uang senilai US$ 300 Ribu dan Rp 50 juta.

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK sendiri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mulai dari Pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto dan Pengusaha yang diduga sebagai otak e-KTP.

Adapun dua orang anggota DPR yakni Miryam S Haryani di sangkakakan pemberian keterangan tidak benar sementara Politisi Partai Golkar, Markus Nari disangkakan Sengaja mempengaruhi dan merintangi kesaksian miryam dalam pemberian keterangan di persidangan.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
Hukum