Hukum

Korupsi e-KTP, Gamawan: Jangankan sumpah, apa pun saya siap

5.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:39
15 JUN 2017
Dok. Gamawan Fauzi
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah semua tudingan yanh disematkan kepadanya terkait keterlibatannya dalam dugaan korupsi mega proyek e-KTP. 

Bahkan ia berani bersumpah dan siap melakukan apapun untuk membuktikannya.

"Jangankah sumpah, apa pun saya siap. Kalau saya sudah lama saya siap. Apa pun siap," ujar Gamawan usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Selain itu ia juga mengkritik terhadap negara terkait tudingan keterlibatannya. Menurutnya negara melalui pemerintah semestinya memberikan penghargaan terhadap orang yang sudah tulus berjuang tanpa pamrih membangun bangsa dan negara melalui jabatan publik yang diembannya. 

"Mestinya negara memberi penghargaan kepada orang-orang yang tulus. Saya nggak pernah terlibat macam-macam, mulai dari bupati, gubernur, sekalipun saya nggak pernah (terlibat)," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gamawan mengajak masyarakat dan wartawan untuk mengingat kembali jalannya persidangan dimana ia dan beberapa saksi lainnya telah membantah tudingan bahwa ia pernah mengenal Andi Narogong, apalagi sampai menerima guyuran fulus dari pengusaha yang di duga dekat dengan wakil rakyat di Senayan

"Anda (wartawan) kan mengikuti proses di pengadilan (Proses jalannya persidangan. Mana ada yang sebut nama saya. Saya kira sudah saya jelaskan semua, di pengadilan juga ‎sudah saya jelaskan," ujarnya.

Pada persidangan sebelumnya Andi Narogong mengaku sempat disemprot kemarahan dan dilempar piring oleh terdakwa Irman lantaran adanya aduan bocoran pemenang tender kepada Adik Mantan Mendagri, Asmin Aulia sebelum pengumuman berlangsung.

"Saya dapat informasi PT Mega Global akan menang dalam tender, oleh sebab itu saya cerita ke pak Paulus dan pak Paulus ternyata ngadu ke Asmin Aulia, adik menteri (Gamawan Fauzi), dari situ lah saya dipanggil oleh pak Irman di restoran Jepang di Grand Hyatt private room. Ada pak Giharto sebelah kanan, saya diomelin, dimaki-maki sampai dilempar piring," kata Andi di persidangan e-KTP, Jakarta Pusat, Senin lalu.

Terbaru
Hukum