Hukum

Masinton: Tuduhan Novel Baswedan harus diselidiki

5.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:29
15 JUN 2017
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pernyataan penyidik KPK, Novel Baswedan yang menuduh keterlibatan oknum petinggi Polri berpangkat Jenderal sebagai aktor penyiraman air keras terhadap dirinya harus ditelusuri dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan internal oleh Mabes Polri.

"Mabes Polri bisa kirimkan kembali tim penyelidik Mabes Polri ke Singapura untuk mendalami keterangan Novel dan memanggil pihak pemberi informasi ke Novel. Langkah ini perlu dilakukan segera oleh Mabes Polri agar tudingan tersebut tidak berkembang menjadi opini pendiskreditan dan prasangka buruk terhadap institusi Kepolisian kita," kata anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

"Namun sebaliknya jika pernyataan Novel Baswedan tidak didukung oleh petunjuk dan bukti yang kuat. Oknum Jenderal yang dituduh dan atau Institusi Kepolisian bisa menempuh upaya hukum terhadap Novel," katanya menambahkan.

Pernyataan dan tudingan Novel yang disampaikan kepada media Internasional sangat disayangkan dan patut dipertanyakan.

"Kenapa informasi tersebut tidak terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan KPK sbg institusi dia bekerja, atau kepada penyidik Kepolisian yang sedang bekerja menyelidiki kasus penyiraman terhadap dirinya. Apalagi Novel kan orang ngerti hukum, seharusnya tudingannya disampaikan kepada penegak hukum," sesal Masinton.

Oleh karenanya, spekulasi jadi bermunculan saat ini, ada yang beranggapan jika tudingan Novel tersebut ditujukan dengan motif lain diluar hukum, semisal untuk mendapatkan simpati dan perhatian publik, atau bahkan ditujukan untuk merusak reputasi kepolisian RI di mata internasional.

"Sebab selama ini kinerja Kepolisian RI mendapat apresiasi baik oleh dunia internasional dalam penanganan terorisme. Disinilah perlunya Mabes Polri segera melakukan pemeriksaan terhadap Novel yang kini sedang dalam tahap penyembuhan di Singapura," sebut Masinton.

Masinton menambahkan, pernyataan kontroversial seperti ini bukan yang pertama disampaikan oleh Novel. Sebelumnya pernyataan serampangan Novel disampaikannya dalam Persidangan Tipikor yang menuduh beberapa nama-nama anggota Komisi III DPR-RI menekan MIryam S Haryani dalam pencabutan BAP kasus e-KTP.

"Tuduhan serampangan Novel terhadap nama-nama Anggota Komisi III DPR-RI menjadi pemicu bergulirnya penggunaan Hak Angket terhadap KPK. Anggota DPR beranggapan bahwa tuduhan sepihak Novel sebagai puncak gunung es kerja serampangan oknum penyidik KPK yang selama ini dikemas rapi agar tidak diketahui publi," pungkas Masinton.

Terbaru
Hukum