Hukum

Choel Mallarangeng divonis 3,5 tahun penjara

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:05
06 JUL 2017
Choel Mallarangeng
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng karena terbukti bersalah telah menerima aliran duit haram proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga, yakni Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Menyatakan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar hakim ketua Baslin Sinaga di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (06/07/2017).

Menurut hakim, Choel terbukti menerima Rp 2 miliar dan US$ 550 ribu dari proyek tersebut. 

Uang Rp 2 miliar diterima Choel pada Mei 2010 dari Herman Prananto dan Nani Meliana Rusli (PT Global Jaya Manunggal), sementara uang US$ 550 ribu diterimanya dari mantan sekretaris Kemenpora Wafid Muharam melalui kaki tangannya mantan kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.

Majelis hakim menilai Choel menerima suap tersebut tidak sendiri, melainkan bersama pihak lain, yakni Andi Alfian Mallarangeng, Dedi Kusdinar, Teuku Bagus M Noor, Wafid Muharam, Mahfud Suroso, Muhamad Fahrudin, Lisa Lukitawati, Paul Nelwan dan Mohammad Arifin.

Selain itu, pihak lain yang juga diuntungkan yaitu Deddy, Wafid, Anas Urbaningrum, Mahyuddin, Bagus, Machfud, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa, Anggraheni Dewi Kusumastuti, Adirusman Dault, Imanullah Aziz, dan Nanang Suhatmana.

Sementara untuk korporasi yakni PT Yodya Karya, PT Metaphora Solusi Global, PT Malmas Mitra Teknik, PD Laboratorium Teknik Sipil Geonives, PT Global Daya Manunggal, PT Dutasari Citra Laras, hingga 32 perusahaan subkontrak KSO Adhi Karya-Widya Karya (Adhi-Wika).

Menurut hakim, Choel memenangkan perusahaan tertentu saat proses lelang dilakukan tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku. 

Hal itu dilakukannya dengan memanfaatkan posisi Andi Mallarangeng, kakak Choel, yang saat itu menjabat menteri pemuda dan olahraga.

"Uang itu ada hubungan dengan kedudukan Andi, kakak kandung terkait proyek hambalang, Choel turut serta dalam proyek itu. Andi Malaranggeng, kakak kandung Choel, mengeluarkan surat proses lelang, sehingga Andi Malaranggeng menyalahgunakan kewenangan jabatan atau kedudukan dan memilih Choel memenangkan proyek itu," ujarnya.

"Choel bersama Andi Mallarangeng menyalahgunakan kesempatan dan kedudukan Andi sebagai menteri pemuda dan olahraga. Choel telah terbukti memperkaya korporasi dan pribadi. Majelis menyakini ada perbuatan yang dilakukan Choel," sambungnya.

Perbuatan Choel dan rekan-rekannya merugikan negara Rp 4,64 miliar.

Dalam pertimbangannya majelis hakim menilai hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan. Hal yang memberatkan adalah Choel dianggap tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sementara untuk hal yang meringankan, majelis hakim menilai Choel belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga, bersikap sopan selama persidangan dan telah mengakui perbuatannya serta telah mengembalikan uang.

Sebelumnya, jaksa KPK meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman lima tahun penjara dengan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Menanggapi putusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK itu Choel pun mengaku ikhlas dan siap menjalani hukuman.

"Saya menerima putusan yang dijatuhkan, saya ikhlas dan bersedia menjalani hukuman," kata Choel.

Sementara jaksa KPK mengaku akan mempertimbangkan hasil keputusan Majelis Hakim tersebut terlebih dahulu.

Terbaru
Hukum