Hukum

Ketua Pansus Hak Angket penuhi panggilan KPK

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:40
11 JUL 2017
Agun Gunandjar Sudarsa
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Penyidik KPK menjadwalkan ulang terhadap Politisi Partai Golkar yang saat ini menjadi Ketua Pansus hak angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pemanggilan ulang tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas Andi Narogong.

"Hari ini dijadwalkan ulang pemeriksaan untuk dua saksi AA pada kasus e-KTP dari unsur anggota DPR, Agun Gunandjar Sudarsa," ujar Febri Saat dikonfirmasi, Selasa (11/07).

Sebelumnya saat dipanggil penyidik KPK pada Kamis (06/07) lalu, KPK telah memanggil Agun Gunandjar, Namun lantaran Ketua Pansus Angket terhadap KPK itu melakukan kunjungan ke Lapas Sukamiskin, Bandung ia pun tidak mendatangi gedung merah putih tersebut.

Febri melanjutkan saat ini penyidik KPK terus mengembangkan perkara korupsi tersebut dengan mengumpulkan bukti dan keterangan-keterangan dari saksi saat pengurusan anggaran di DPR.
 
"Penyidik akan terus mendalami dan mengklarifikasi pengetahuan para saksi terkait proses pengurusan anggaran ektp dan indikasi aliran dana terhadap sejumlah pihak," ujarnya.

Terkait ketidakhadirannya ke gedung KPK, Agun Gunandjar mengatakan bahwa saat itu ia tidak bisa datang karena harus menjalankan tugas sebagai ketua Pansus DPR, ia pun mengaku sudah berkirim surat ke KPK.

"Seharusnya saya memenuhi panggilan itu pada tanggal 4 Juni lalu, namun karena tugas DPR selaku ketua Pansus saya tidak bisa memenuhi panggilan tersebut. untuk itu saya berkirim surat, pertanggal 4 juli, dilampirkan dengan jadwal kerja saya selaku ketua pansus. Artinya bahwa persyaratan administratif tidak memenuhi panggilan tanggal 4 saya patuhi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Agun Gunandjar mengaku di Dzalimi lantaran adanya pemberitaan mangkir, padahal ia sudah berkirim surat dan sedang menjalankan tugasnya di DPR.

"Karena bagaimanapun proses hukum tidak bisa diabaikan. Namun apa yang terjadi setelah saya tidak hadir, saya merasa saya dizalimi. Diberitakan di berbagai media saya mangkir, saya menghindar dari proses hukum dan sebagainya. Dan pada tanggal 7 saya seyogyanya harus memimpin rapat, tapi atas permintaan teman-teman media saya menyempaikan beberapa hal. Yang terkait panggilan tersebut saya sampaikan bahwa saya tidak mangkir, saya tidak menghindar, tapi saya melakukan tugas kewajiban profesional dan saya dampaikan juga pada  tanggal 6-nya saya sudah menerima surat panggilan kembali. Pada tanggal 7 saya jelaskan bahwa saya akan memenuhi panggilan pada tanggal 11 juli, yaitu pada ari ini. Walau pun sesungguhnya pada hari ini saya sudah lampirkan jadwal kepada KPK pada tanggal tersebut saya harus memimpin pansus," ujarnya.

Demi memenuhi panggilan KPK ia pun hari ini merelakan meninggalkan kewajibannya sebagai Ketua Pansus DPR.

"Yang berikutnya, untuk tidak meinmbulkan kesan saya mangkir, saya menghindar, saya berlindung di balik pansus, saya dengan mengucapkan basmalah meninggalkan kewajiban konstitusional saya, dan juga sudah saya sampaikan pada rapat internal pansus pada hari kemarin, bahwa hari ini saya akan memenuhi panggilan KPK, Dengan lebih mengutamakan (panggilan ini), karena bagaimana pun panggilan kpk ini adalah proses penegakan hukum yg harus dipatuhi, ditaati & dijalankan. Yg selama ini juga sudah saya laksanakan, tidak pernah saya mangkir. Bahkan saya tidak pernah telat," ujarnya.

Menurutnya dengan memenuhi  proses panggilan KPK ini, Agun mengaku akan menerima manfaat bagaimana sebenarnya penyelidikan di KPK.

"Tentunya yang (akan) memberikan manfaat kepada saya, seperti bagaimana kondisi Gedung ini yg baru, bagaimana para penyidik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ini akan memberi manfaat secara langsung kepada saya sebagai ketua pansus agar kpk ke depan betul-betul bisa bekerja secara profesional, secara transparan dengan tetap lebih optimal, dengan panduan agar seluruh peraturan perundangan yang ada yang berlaku bisa dijalankan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan kegaduhan seperti yang terjadi hari ini. Mudah-mudahan melalui pansus bisa kita selesaikan semua," ujarnya

Dalam kesempatan itu ia juga membantah mengenal Andi Agustinus Alias Andi Narogong.

"Saya kira terkait BAP yg sudah saya jalankan pada waktu kasus irman dan Sugiharto saya sudah memberi kesaksian di bawah sumpah bahwa saya tdk kenal," tegasnya.

Agun Gunandjar menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Andi Narogong. "Saya tidak tahu karena saya tidam terlibat, Saya sendiri tidak tahu karena saya bukan pimpinan (tidak mengetahui apakah ada janggalan dalam proses pembahasan proyek e-KTP. Saya jadi pimpinan baru januari 2012," katanya.

Terbaru
Hukum