Hukum

Tokoh PKS dengan kode "Y" dan Bapak Kita" pada korupsi di Kementerian PUPR

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:12
13 JUL 2017
Ilustrasi
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng mengatakan bahwa dalam pembicaraan melalui telepon antara dirinya dengan anggota DPRD Bekasi, M. Kurniawan terkait pembahasaan proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Uumum dan Perumahan Rakyat (PUPR) muncul nama dengan kode "Y" dan "Bapak Kita".

"Kalau telepon kadang cuma bilang bapak kita dan pak Y," ujarnya dipengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran Jakarta, Rabu (12/07).

Menanggapi jawaban tersebut, Jaksa pun bertanya terkait penyebutan Bapak Z atau lainnya oleh Kurniawan.

Menanggapi pertanyaan itu, Aseng pun kukuh mengatakan bahwa Kurniawan hanya menyebutkan nama dengan inisial Y dan ia tidak mengetahui maksud kata bapak yang disampaikan Kurniawan.

"Saya tidak paham karena itu tidak penting, tidak ada urusan itu," jawabnya.

Menanggapi jawaban tersebut Jaksa pun menanyakan alasan ia begitu percaya mengeluarkan uang dengan jumlah banyak tetapi ia sendiri tidak mengetahui siapa yang dituju.

"Anda keluar miliaran uang itu apa iya menyerahkan begitu saja percaya dengan mudahnya? Pada saat itu memahami tidak (siapa) ‘bapak kita’?," tanya Jaksa.

Pengusaha yang diduga memberikan uang suap itu pun bersikeras tidak tahu siapa sebenarnya inisial Bapak Kita dan Y tersebut

"Jadi bapak kita tidak terlalu paham, yang penting ada anggaran di situ lalu minta uang itu. Saya tidak tahu" jawabnya.

Namun, saat Jaksa kembali mempertanyakan Inisial Y, akhirnya Aseng pun membuka inisial tersebut. Menurutnya inisial Y tersebut adalah Yudi Widiana yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang menjabat sebagai wakil ketua Komisi V DPR RI.

"Setelah periksa KPK, (baru tahu) Kurniawan (itu) staf ahli Yudi," ujarnya.

Di samping itu, Aseng juga baru mengetahui bahwa Kurniawan membawa proyek tersebut ke Kementerian PUPR. "Saya baru tahu itu punya PU," ujarnya.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Hukum