Hukum

Minta sumbangan untuk hadapi kasus, Alfian Tanjung jadi bahan olok-olok

15.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:04
13 JUL 2017
Alfian Tanjung
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tersangka ujaran kebencian Alfian Tanjung menjadi bahan olok-olok menyusul beredarnya surat permohonan bantuan dana untuk membiayai kasusnya.

Alfian ditahan di Polda Metro Jaya sejak 30 Mei 2017 menyusul statusnya sebagai tersangka terkait cuitan di Twitter dan ceramahnya di Masjid Mujahidin, Surabaya, tentang bahaya PKI.

Ada dua surat yang menjadi bahan olok-olok netizen, pertama adalah surat kuasa kepada Achmad Zuhal untuk menghimpun dana atas namanya guna keperluan biaya operasional pengadilan di Jakarta dan Surabaya dengan cara bertemu dengan keluarga besar Alfian. Kedua, surat permintaan sumbangan yang ditujukan kepada sahabat Alfian untuk keperluan membayar pengacara dan saksi ahli.

Surat tersebut dinilai netizen sebagai bukti jemaah telah meninggalkan Alfian.

“Teman2, bacalah surat bermaterei dari Alfian Tanjung berikut. Alfian melengkapi nasib Buni Yani. Ketika pesta & hiruk pikuk gelombang manusia merasa membela Islam usai, yang tersisa teriakan 'bantu saya, bela saya, tolong saya'. 2 'mujahid' fitnah ini meraung raung butuh bantuan biaya perkara hukumnya,” kata pemilik akun Facebook Mohammad Monib yang dipantau Kamis (13/07/2017).

“AT (Alfian Tanjung, red) kagak ikutan jualan cangkir kaya si BY (Buni Yani, red) ya?” timpal Nadia Rahma.

“Mana kaum bumi datar? Mana bela islamnya?...bela dong sahabat seperjuangannya...masa ditinggal sendirian.bela islam atau 'bela syahwat'?” kata Hasan Udin.

Bahkan, Hasan Udin juga memanggil Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon untuk membantu Alfian. “Bpk Fahri Hamzah,bpk fadli zon, para 'habib' sok bantu atuh temen seperjuangan teh.masa ditinggal sendirian...?” lanjutnya.

Belum dapat dikonfirmasi kepada Alfian Tanjung terkait kebenaran surat yang beredar di media sosial tersebut. 

Terkait ceramah tentang komunisme, Alfian dilaporkan oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki karena menyebut Teten adalah kader PKI.

Alfian juga mengatakan bahwa gedung Kantor Staf Presiden yang terletak di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Presiden, sering dijadikan tempat rapat PKI oleh Teten dan kawan-kawannya.

Alfian mengaku punya bukti atas tuduhannya tersebut. Ia siap membuktikannya di depan penyidik.

Selain itu, Alfian juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena menyebut kader PDI-P dan orang dekat Presiden Joko Widodo adalah PKI.

Dalam akun Twitter-nya, Alfian menulis bahwa sebanyak 85 persen kader PDI-P merupakan kader PKI.

Alfian juga sempat menyebut Anggota Dewan Pers Nezar Patria sebagai kader PKI. Nezar langsung melayangkan somasi. Setelah menerima surat teguran tersebut, Alfian mengaku salah dan keliru dengan menyebut Nezar sebagai kader PKI saat berceramah di beberapa komunitas pengajian.

Dok: capture surat Alfian Tanjung yang beredar di media sosial

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Hukum