Hukum

Setnov tersangka, ini tanggapan terdakwa skandal e-KTP

5.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:03
20 JUL 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews – Terdakwa I kasus korupsi e-KTP, Irman mengaku tidak tahu-menahu soal penetapan tersangka terhadap Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

"Kalau itu kita enggak tahu, kan penyidik yang tahu, kan masih dalam penyidikan," ujarnya sebelum menjalani sidang pembacaan Putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Kamis (20/07).

KPK pada Senin (17/07) malam mengumumkan penetapan Novanto tersangka korupsi e-KTP, dan dua hari kemudian koleganya di Golkar juga menyandang status serupa, yakni Markus Nari.

Irman juga mengaku tidak mengetahui siapa orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka selanjutnya lantaran itu menjadi tanggung jawab penyidik KPK.

"Kan sudah lima (tersangka yang ditetapkan KPK), saya enggak bisa meramallah, yang tahu, ya penyidik. Dia kan menghimpun banyak keterangan dari saksi. Penyidik sama jaksalah yang tahu," ujarnya.

"Yang lebih tahu aspek hukum itu Majelis hakim. Saya kan bukan orang hukum. Kita hanya ungkapkan fakta fakta yang kita ketahui, lakukan, dan kita dengar. Hakim yang pertimbangkan, saya bukan dalam pihak memperkirakan meramal," katanya.

Sebagai informasi, dalam skandal e-KTP yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Sugiharto (Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dirjen Dukcapil Kemendagri), Andi Narogong (pengusaha), Miryam S Haryani (politisi Hanura), Markus Nari dan Setya Novanto (politisi Golkar).

Irman sendiri dituntut selama 7 Tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan lantaran diduga telah melakukan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Terbaru
Hukum