Hukum

Kapolda sudah ganti, masih belum berani pulang?

11.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:00
25 JUL 2017
Penulis
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI - Sudah 88 hari Muhammad Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi guna menghindari kasus pornografi yang menjeratnya. Rizieq bersama keluarganya ke Arab Saudi sengaja menghindari pemeriksaan sebagai salah satu tersangka dalam skandal Firza Hot, berisi chat mesum dan foto bugil Firza Husein yang ditengarai sebagai calon istri kedua imam besar FPI itu.

Rizieq kabur ke Saudi karena merasa menjadi korban kriminalisasi oleh polisi. Akan tetapi, Rizieq, oleh banyak kalangan, tetap diharapkan kembali ke Indonesia guna menghadapi kasusnya dengan jantan. Sebagai panutan moral, dia diminta mampu membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus yang memalukan tersebut.

Ada dua momentum yang disebut-sebut bakal membuat Rizieq pulang, yaitu ulang tahun FPI dan pergantian Kepala Polda Metro Jaya, yang dinilai tak suka dengan pria keturunan Arab itu.

Rizieq, melalui kuasa hukumnya, Sugito Atmo Pawiro, sempat mengatakan bahwa dia berencana akan kembali ke Indonesia pada 17 Agustus 2017 mendatang untuk menghadiri milad FPI. Akan tetapi, dia tetap melihat kondisi di dalam negeri.

Sebagai tersangka, dia tentu takut mendadak ditangkap oleh aparat. Kata orang Jawa, dia tak mau seperti “Ulo marani gepuk; kuthuk marani sunduk” (ular minta digebuk;ikan gabus minta ditusuk). Karena nama Rizieq masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron oleh Polda Metro Jaya, dia sewaktu-waktu bisa diciduk.

Masih kata pengacaranya, setelah menghadiri milad, Rizieq akan kembali lagi ke Saudi untuk menjalankan ibadah Haji.

Momentum kedua, yang lebih diharapkan tentu saja, adalah pergantian Kepala Polda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan. Posisinya saat ini digantikan oleh Idham Azis, tepatnya sejak 20 Juli lalu.

Kubu Rizieq sangat berharap pada Idham untuk dapat menghentikan kasus pornografi yang saat ini berada di Polda Metro. Harapan ini secara terbuka disampaikan Sugito. Selama ini, sebagai kuasa hukum, dia mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Iriawan. Sugito mengaku sejauh ini telah menjalin komunikasi dengan Kapolda yang baru, meskipun baru sekadar mengucapkan selamat, belum menyentuh persoalan utama pembebasan Rizieq.

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh pendukung Rizieq untuk meminta penghentian kasus, seperti datang dari Habib Novel Bamukmin. Pria yang sempat tenar karena pengakuan pernah bekerja di “Fitsa Hats” ini mengatakan bahwa pencabutan kasusa kan membuat masyarakat percaya kepada polisi. Novel yakin bahwa skandal Firza Hot hanya rekayasa.

Sebelumnya, pada Mei, Rizieq menawarkan upaya rekonsiliasi kepada Menkopolhukam Wiranto hingga Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Upaya rekonsiliasi diajukan karena Rizieq merasa dirinya dikriminalisasi lantaran Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama kalah di Pilkada DKI Jakarta.

Dengan cara tersebut, Rizieq berharap dapat pulang dengan selamat. Akan tetapi, uluran tangan pria yang mengancam akan melakukan revolusi tersebut tampak tak disambut baik oleh pemerintah. Di media sosial, upaya ini malah dijadikan bahan olok-olok karena dinilai baru dilontarkan saat kondisi terjepit.

Wacana pemberian abolisi kepada Rizieq juga pernah diutarakan oleh pakar hukum Yusril Ihza Mahendra.

Akan tetapi, baik tawaran rekonsiliasi maupun wacana abolisi, sampai hari ini tak dilirik oleh polisi. Pada awal bulan ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sempat mengatakan kepada media bahwa kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang melibatkan Rizieq dan Firza akan tetap dilanjutkan. Polda Metro lebih menghendaki supaya Rizieq menjalani proses hukum secara normal.

Kita tak pernah betul-betul mengatahui apakah kasus ini rekayasa atau bukan. Jadi, kita berharap pengadilan akan secara adil dan jujur yang memutuskan itu semua. Cara ini hanya bisa dilakukan apabila Rizieq bersedia pulang atau dipulangkan. Cara pertama tentu lebih elegan, tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan Rizieq secara pribadi kepada hukum tetapi juga sebagai pembelajaran bahwa siapa berbuat harus bertanggung jawab, tanpa pandang bulu.

Kita adalah bangsa yang dikenal lemah dalam tanggung jawab, sama terkenalnya dengan jam karet dan etos kerja dari bangsa kita yang memble. Sebagai tokoh, Rizieq tak seharusnya menambah amunisi untuk menguatkan stereotip tersebut. Kita berharap Rizieq bersembunyi maksimal tak lebih dari seratus hari, bilangan yang cukup disakralkan oleh sebagian masyarakat kita. Setelah itu, dia harus membuktikan tidak bersalah di pengadilan.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Hukum