Hukum

Yulianis: Mantan komisioner KPK terima uang Rp1 miliar dari Nazaruddin

5.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:45
25 JUL 2017
Adnan Pandu Praja
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Mantan wakil direktur keuangan PT Permai Group, Yulianis membuat beberapa pernyataan mengejutkan dalam rapat dengar pendapat umum (RPDU) dengan Panitia Khusus Hak Angket KPK.

Ruang rapat Pansus Hak Angket KPK riuh rendah mendengar pernyataan Yulianis, terutama ketika ia mengatakan bahwa mantan komisioner KPK Adnan Pandu Praja pernah menerima uang sebesar Rp1 miliar dari mantan bendahara umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, melalui mantan direktur marketing PT Anugrah Nusantara, Minarsih.

"Kalau saya, saya tidak pernah dipergunakan Nazarudin untuk menyuap pihak ketiga. Karena pekerjaan saya murni di belakang meja. Tapi, teman-teman saya seperti Ibu Minarsih pernah memberikan uang ke komisioner KPK," kata Yulianis di Gedung DPR, Senin (24/07/2017).

Mendengarkan penjelasan Yulianis, berapa anggota Pansus Hak Angket KPK meminta Yulianis mengulangi pernyataannya, seolah tidak percaya.

"Sebentar Bu, tolong diulang, pernah memberikan uang kepada siapa?" tanya Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu.

"Bapak Adnan Pandu ‎Praja," ulang Yulianis.

Namun, ia tidak menjelaskan apa tujuan Minarsih memberikan uang kepada Adnan. "Bu Minarsih yang harus menerangkan," ujar Yulianis.

Ia menambahkan, pemberian uang sebesar Rp1 miliar terjadi di ruang kantor pengacara Elza Syarief.

"Saksi untuk pemberian uang‎ ke komisoner KPK itu Minarsih dan Marisi Martondang dan yang memfasilitasi itu semua adalah Ibu Elza Syarief. Kejadianya di kantornya Ibu Elza Syarief. Di ruangan itu ada Minarsih, Elza Syarief, Hasyim (adik Nazaruddin) dan Pak Pandu sendiri," ujar Yulianis.

Yulianis juga menyatakan bahwa KPK asal main klaim soal harta yang dimiliki Nazaruddin.

Ia menyebutkan, KPK telah mengungkapkan ke publik bahwa uang korupsi kasus Wisma Atlit sebesar Rp500 miliar sudah dikembalikan ke negara.

“Tapi, harta rampasan yang diklaim KPK itu tidak benar dan tidak jelas wujudnya sama sekali,” kata Yulianis.

Selain itu, KPK mengklaim bahwa KPK sudah menyita aset milik Nazaruddin sebesar Rp550 miliar.

“Sebenarnya, aset Nazaruddin tidak sampai Rp550 miliar,” katanya.

KPK, tambahnya, juga memanfaatkan Nazaruddin untuk membuat kegaduhan sedangkan kesaksian Nazaruddin tidak valid.

“Pemberian Justice Collaborator kepada Nazaruddin juga tidak layak diberikan KPK. Ada kecurigaan kepada KPK melihat keistimewaan KPK terhadap perlakuan ke Nazaruddin,” ujar Yulianis.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
Hukum