Hukum

Suap jual beli jabatan di Pemkab Klaten, KPK tetapkan dua tersangka baru

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:07
27 JUL 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten. Tak tanggung-tanggung, lembaga anti rasuah itu menetapkan dua orang sekaligus sebagai tersangka.

"Kasus pengisian jabatan di Pemkab Klaten, kita menetapkan tersangka terkait mutasi di Kabupaten Klaten, KPK tetapkan 2 orang," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan,  Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Kedua tersangka baru yang merupakan hasil pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten itu adalah Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Bambang Teguh Satya, dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Sudirno.

"BTS (Bambang Teguh Satya) diduga bersama-sama SHT (Sri Hartini) menerina hadiah atau janji (dari) SUL (Suramlan) terkait mutasi kepala sekolah," ujarnya.

Sementara untuk Sudirno, diduga ia menerima  suap terkait proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten tahun anggaran 2016. Sebelumnya, saat bersaksi untuk terdakwa Sri Hartini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Sudirno mengaku pernah menyerahkan uang Rp 750 juta kepada Bupati Klaten non aktif Sri Hartini.

Adapun sumber uang sejumlah Rp 750 juta yang diberikan kepada Sri merupakan hasil pungutan dari sejumlah rekanan penggarap proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Bambang melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Sementara untuk Sudirno, KPK menyangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sekedar informasi, dalam kasus suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, keduanya itu yakni Bupati Klaten, Sri Hartini dan Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas (Kasi SMP) Dinas Pendidikan Klaten, Suramlan.

Sri Hartini dan Suramlan ditetapkan sebagai tersangka setelah Satgas KPK melakukan OTT, dalam kesempatan itu, Satgas juga menyita uang sekitar Rp 2 milyar dalam bentuk pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang dimasukkan ke dalam dua kardus air mineral kemasan, serta US$ 5,700, dan SGD sebesar 2.035. 

Terbaru
Hukum