Hukum

Bantahan Elza terhadap Yulianis dan cerita KPK persulit pemulangan istri Nazaruddin

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:07
27 JUL 2017
Elza Syarief
Penulis
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengacara terpidana Muhammad Nazaruddin, Elza Syarief membantah tudingan Yulianis yang menuding dirinya pernah memfasilitasi pemberian uang Rp 1 miliar kepada mantan Komisioner KPK, Adnan Pandu Pradja.

Elza menceritakan saat dirinya menangani Nazaruddin dalam kasus Wisma Atlet. Kliennya pernah mengeluhkan tetnang bagaimana cara supaya Istrinya, Neneng, tersebut bisa kembali ke indonesia dari kuala Lumpur bersama tiga anaknya yang masih dibawah umur.

Atas perintah Nazaruddin, ia pun akhirnya mengirimkan surat secara resmi kepada KPK untuk mencari cara bagaimana menjemput  Neneng yang tengah kabur ke Kuala Lumpur. 

“Neneng menurut Nazaruddin sudah stres dan minta kembali,” ujar Elza di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, (26/07/2017).

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pimpinan KPK dengan alasan Elza bukan kuasa hukum Neneng, melainkan kuasa hukum Nazaruddin.

Selain ditolak, Elza juga mengaku dirinya pernah diancam secara halus oleh KPK akan dikenakan pasal menutup-nutupi keberadaan buronan.

“Begitu teganya mau menyerahkan diri juga tidak bisa," katanya.

"Akhirnya Neneng dibantu oleh orang-orangnya Nazaruddin ke Indonesia dengan menggunakan kapal kecil bersama TKI ilegal. Sampai di Batam dan dia ke rumahnya, dan setelah selesai shalat ia minta dijemput untuk diantar ke KPK. Tapi begitu setelah selesai shalat, sudah ada orang KPK,” tambahnya

Atas dasar itu, ia pun menanyakan apakah pernyataan Yulianis masuk akal, sebab sebagai kuasa hukum yang jelas-jelas dilindungi oleh Undang-Undang saja ia begitu susah untuk menjemput Neneng.

“Logikanya apa benar ada transaksi 1 Milyar? Apalagi seorang komisioner KPK sampai datang ke kantor saya, itu sangat tidak mungkin,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada Senin lalu, kepada Pansus Hak Angket DPR RI terhadap KPK, saksi kunci kasus korupsi Wisma Atlet, Yulianis mengatakan bahwa mantan Komisioner KPK Adnan Pandu Pradja menerima uang dari Nazaruddin sebesar Rp1 milyar melalui Minarsih di kantor pengacara Elza Syarief. 

Menurutnya, pemberian duit tersebut juga dihadiri oleh beberapa orang, di antaranya, Minarsih, Marisi Matondang, Hasyim (adik Nazaruddin), Adnan Pandu, dan Elza Syarief.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Hukum