Hukum

KPK panggil 10 saksi dalami peran istri gubernur Bengkulu dalam suap proyek jalan

4.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:40
28 JUL 2017
Lily Martiani Madari
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Reuters

Rimanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sepuluh saksi terkait kasus suap yang menjerat Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan Istri, Lily Martiani Madari dalam perkara dua proyek peningkatan jalan di Bengkulu.

Kesepuluh saksi tersebut yakni PNS mantan kadis PU Bengkulu, Kuntadi, eks kabid Bina Marga Bengkulu, H. Syaifudin Firman, PNS BPJN Bengkulu, Anastasya.

Kemudian PNS/Pokja BPJN Bengkulu, Zulkarnain, PNS/Pokja BPJN Bengkulu, Mardi, ketua ULP pokja 6, Gunadi Kusuma dan PNS di Dinas PU Prov Bengkulu, Ahmad Saihoni Anwar.

Selanjutnya Tenaga Ahli Analisis Kualifikasi Pendidikan, Drs. Ir. H. Sudoto, M,PD dan dua karyawan swasta PT Rico Putra Selatan, Nazar Noer, dan Ketut Sujana.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LMM (Lily Martiani Madari)," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (28/7/2017).

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dugaan penerima suap, mereka yakni Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari.

Ketiganya disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sedangkan untuk tersangka pemberi suap yakni Direktur PT SMS, Jhoni, KPK menyangka Joni telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
Hukum