Hukum

6 napi koruptor menjemput maut saat jalani hukuman

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:57
31 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Banyaknya kasus korupsi di negeri ini dibarengi dengan kabar sejumlah narapidana yang harus menjemput ajal saat menjalani hukuman. Ada yang meninggal di sel tahanan atau rumah sakit dengan sebab beragam.

Berikut daftar terpidana kasus korupsi yang meninggalkan dunia saat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya:

1. Rahman Abu

Rahman (53) adalah tahanan kasus tindak pidana korupsi ditemukan meninggal di selnya, kamar 5 blok I Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I, jalan Sultan Alauddin, Makassar. Ia ditemukan meninggal pukul pukul 11.00 WITA oleh rekannya pada Minggu (8/11/2015).

Rahman yang berstatus sebagai PNS di Dinas Pertanian ini mendekam di Lapas Makassar sejak 30 Oktober 2014 lalu atas kasus korupsi bantuan sosial pengelolaan tanaman terpadu Kedelai tahun 2013 lalu di Kab. Soppeng, Sulsel. Ia divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta oleh Pengadilan Negeri Makassar.

Belum ada yang tahu apa penyebab dari kematian Rahman. Kabar meninggalnya Rahman cukup dibilang mendadak. Karena pada saat pagi ia masih terlihat bermain badminton bersama teman-temanya. Namun, sorenya ia ditemukan meninggal dalam kondisi tertidur.

2. Amsir Maulana 

Amsir adalah tersangka Tindak Pidana Korupsi Bandung Jawa Barat yang meninggal pada Minggu (19/6/2016). Amsir ditetapkan menjadi tersangka Kejari Karawang dalam kasus posyandu bersama rekan satu dinasnya, yakni Mamat Ruhimat. Kedua pejabat BPMPD tersebut ditahan setelah sebelumnya dianggap telah melawan hukum terkait proyek posyandu senilai Rp3 miliar.

Amsir adalah Bendahara Pembantu Pengeluaran (BPP) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Karawang. Ia ditahan sejak 20 Mei 2016. Namun, naas, ia meninggal pada saat menjalani masa tahanan karena terkena penyakit.

Pihak Kejari menemukan panitia proyek telah memecah proyek senilai Rp3 miliar yang dikerjakan delapan rekanan dengan dugaan sementara adanya kegiatan fiktif dan tidak sesuai prodsedur. Akibatnya diperkirakan ada sekitar 40 posyandu yang bermasalah dari 90 unit posyandu. (OL-2).

3. Trusti Prio Sambodo

Trusti adalah terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan dan pembangunan Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI). Ia meninggal pada saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar Bali Senin (15/8/2016).

Ketua Panitia Pengadaan Lahan dan Pembangunan BP3TKI Denpasar ini  meninggal di usia 36 tahun. Pada saat menjalani persidangan sebelumnya, ia terlihat sehat. Namun, belakangan kesehatannya terus menurun. Ia meninggal karena stres dan terkena penyakit komplikasi jantung dan darah tinggi.

Kasus ini muncul setelah adanya dugaan dokumen pengadaan dibuat secara formalitas dan tanpa penetapan harga perkiraan sendiri. Panitia juga tidak melakukan penunjukan penyedia barang dan melakukan mark up harga. Yakni harga tanah Rp 4,5 miliar dibayar Rp 6,7 miliar. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp 2,2 miliar.

Sebanyak Rp 200 juta masuk ke kantong Pageh, Rp 450 juta ke kantong Prio dan Rp 1,5 miliar mengalir ke Wahyu Matondang alias Dodik yang merupakan staf khusus Kepala BNPTKI Jakarta, Jumhur Hidayat. Dodik yang sudah tersangka di Polda Bali, selalu membantah saat diajukan ke persidangan.

4. John Hendrik 

Hendrik adalah mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Ita Esa. Dia adalah tahanan kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk di Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran (TA) 2010 lalu senilai Rp 1, 3 miliar. Ia dinyatakan meninggal pada 12 Januari 2016  di RS Mamami Kupang karena sakit.

‎Pada saat meninggal, status John Hendrik masih sebagai tahanan  di Rutan Penfui Kupang. Dia divonis penjara selama 4 tahun di Pengadilan Tipikor Kupang, kemudian John melakukan upaya banding dan hukumannya menjadi 9 tahun.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

5. ‎ Sutan Bhatoegana

Bhatoegana adalah mantan Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat. Kabar kematian politisi Partai Demokrat ini sangat mengejutkan. Sebab, Sutan termasuk sosok politisi yang kerap meramaikan layar televisi nasional karena leluconnya dan kepandaiannya memakai logika politik.

Sutan adalah terpidana korupsi APBN 2013 di Kementerian ESDM yang dihukum 12 tahun penjara. Awalnya mantan Sekretaris Fraksi Demokrat itu dihukum 10 tahun penjara, namun oleh MA diperberat menjadi 12 tahun penjara.

Pria asal Batak ini meninggalkan Lapas Sukamiskin pada 8 Oktober lalu, dan dirawat di Rumah Sakit Bogor Medical Center, Kota Bogor, selama 17‎ hari. Ia kemudian dinyatakan meninggal pada Sabtu, 19 November 2016 sekitar pukul 08.00 WIB karena penyakit kanker hati.

6. John Manoppo

John adalah mantan Wali Kota Salatiga. Dia tutup usia di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah, saat masih menjalani masa hukuman atas kasus korupsi yang menjeratnya.

John meninggal pada Senin (31/07/2017 karena sakit. Meninggalnya John Manoppo diketahui pertama kali oleh petugas LP saat pengecekan pagi.

John Manoppo meninggal saat berada di Blok J khusus tahanan tipikor. John memiliki riwayat sakit diabetes.

John dihukum satu tahun penjara atas kasus korupsi pengelolaan dana Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga. Sebelumnya, John juga dihukum 8 tahun atas keterlibatan dalam kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Salatiga.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
Hukum