Keamanan

Tersangka makar berencana tabrak pagar gedung DPR dengan truk

3.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:15
03 APR 2017
Ilustrasi
Reporter
Sumber
Rimanews

Rimanews - Lima tersangka kasus dugaan makar yakni Sekjen FUI, Muhammad Al-Khathath, Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha, dan Andry berencana menabrakan truk ke gedung DPR, Senayan, Jakarta, dan rencana itu terungkap dari rapat-rapat yang digelar kelimanya sebelum melakukan aksi pada 31 Maret silam.

Aada beberapa jalan yang dilewati. Ada juga caranya untuk menabrakkan kendaraan truk di pagar belakang DPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, hari ini.

Kelimanya ditangkap di lokasi yang berbeda menjelang aksi 313. Polisi memiliki bukti kelimanya melakukan rapat membahas pemufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

"Awalnya ada dua lokasi untuk tempat pertemuan. Pertama di Kalibata, dan di Menteng tersangka dua untuk pertemuan. Dari kedua lokasi itu, utamanya untuk mengulingkan pemerintah yang sah," ujar Argo.

Polisi menilai, Al-Kathath akan menggerakkan massa dari Istana ke gedung DPR. "Selain menggulingkan pemerintah sah juga ada pemberian dana di situ. Ada dana yang direncanakan, ada beberapa dana ditelusuri dan kemarin juga digunakan kegiatan unjuk rasa, ada yang digunakan untuk sewa bus, logistik semua ada di situ," jelas Argo.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Al Khathath telah merancang skema penggerakan massa ke gedung DPR. "Ada juga tujuh pintu dari hasil rapat itu, gorong-gorong, jalan setapak. Jadi dengan asumsi bahwa kalau semua massa sudah masuk ke gedung DPR, akan kesulitan didorong keluar. Ini juga ada pemufkatan dan niat," jelas Argo.

Untuk menggerakan massa, kata Argo, dibutuhkan dana Rp 3 Miliar. Namun, Argo belum menyebut penyandang dana itu. "Akan siapkan dana segitu. Kalau kaitkan barang bukti yang kami sita, diduga uang Rp18 juta itu berkaitan dengan kegiatan 313 kemarin," kata Argo.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
Keamanan