Kriminal

Polisi tangkap penganiaya wasit piala wali kota Ternate

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:04
28 DES 2016
Reporter
Febrianto
Sumber
Antara

Rimanews - Aparat Kepolisian Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) menangkap dua orang pelaku berinisial Adi dan Riki pelaku penganiayaan wasit Ishak Ibrahim saat memimpin pertandingan Piala Walikota Ternate antara PS Banteng melawan PS Puma.

"Dua pelaku bernama Jainul Andi Aco dan Zainudin itu tengah diburu polisi," kata Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Moch Arinta Fauzi di Ternate, hari ini.

Turnamen Piala Walikota Ternate, Minggu (25/12), dinodai dengan penganiayaan terhadap wasit Ishak Ibrahim yang memimpin pertandingan antara PS Banteng melawan PS Puma, akibatnya kepalanya dan pelipis mengalami luka robek.

Insiden penganiayaan yang dilakukan pemain PS Banteng terhadap wasit terjadi setelah penyerang PS Puma mencetak gol melalui penyerangnya Rahmat Rivai di babak kedua menit 69 dan merubah skor menjadi 1-0 untuk PS Puma.

Gol yang dicetak mantan pemain Timnas Indonesia itu dinilai berbau offside, akibatnya ratusan pendukung PS Banteng masuk ke lapangan dan melakukan pelemparan terhadap perangkat pertandingan.

Bahkan, wasit Ishak Ibrahim akan melanjutkan pertandingan mendapat perlawanan dari ofisial PS Banteng, bahkan mereka mengejar menyerang wasit.

Riki dan Adi ditangkap di rumah mereka masing-masing dan keduanya merupakan pendukung tim PS Banteng yang telah menganiaya wasit Ishak Ibrahim hingga babak belur.

Namun, kata Arinta, pihaknya belum bisa memberikan informasi secara detail terkait penangkapan dua pelaku tersebut dengan alasan masih mengejar dua pelaku lainya.

"Nanti kalau pelaku sudah ditangkap semuanya, baru saya sampaikan secara detail sementara ini kan baru dua yang kita amankan untuk perkembangan," kata Arinta. 

Sementara Ketua Panitia Walikota Cup Amin Subuh mengatakan insiden pengeroyokan dan penganiayaan wasit dalam turnamen sepak bola walikota Cup yang mempertemukan tim PS Banteng dan PS Puma berakhir kericuhan itu disesalkan. 

"Kami buat kompetisi agar sepak bola kita lebih maju, karena itu pengurus Persiter dalam waktu ini akan membuat rapat internal untuk menyikapi insiden tersebut. Kemungkinan PS Banteng diberi sanksi tegas sesuai aturan sepak bola PSSI," katanya, seperti yang dikutip dari Antara.

Terbaru
Kriminal