Kriminal

Fenomena gantung diri di Gunungkidul masih misteri

2.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:44
02 JAN 2017
Ilustrasi
Editor
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Polisi gencar melakukan sosialisasi pencegahan bunuh diri kepada warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingat tingginya angka kasus gantung diri di wilayah ini. Tahun 2016 lalu, terjadi 30 kasus bunuh merata di 18 kecamatan di Gunung Kidul.

"Kasus terbanyak di Kecamatan Semanu yakni enam orang, lalu Kecamatan Wonosari dengan lima kasus dan satu percobaan bunuh diri," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ngurah Trihadi, hari ini.

Angka kasus bunuh diri di Gununkidul memang hampir tak pernah mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhhir. Peneliti dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, I Wayan Sumena, mengatakan tindakan bunuh diri di wilayah ini masih sering dikaitkan dengan hal-hal mistis yaitu mitos pulung gantung. 

Pulung gantung digambarkan seperti sebuah bola api berpijar warna merah, kekuningan dan mempunyai ekor, bergerak di atas langit seta berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah yang lain. Tempat pulung gantung jatuh itu dipercayai oleh masyarakat sebagai tempat korban yang akan meninggal dengan cara gantung diri.

Menurut Suwena, mitos pulung gantung ini melegitimasi tindakan bunuh diri masyarakat Gunungkidul. Masyarakat percaya bahwa pulung gantung tindakan simbolik dari proses komunikasi. 

Kapolres Gunungkidul menjelaskan, untuk mengantisipasi merebaknya bunuh diri ini perlu diupayakan menciptakan kerukunan dalam berkomunikasi, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat. Hal itu dapat dilakukan dengan cara memperkaya atau memproduksi sebanyak mungkin media yang dapat digunakan untuk mengadakan komunikasi. 

Ia mengatakan, kecamatan yang nihil kasus bunuh diri di antaranya Rongkop, Paliyan, Saptosari dan Patuk. "Tahun ini total ada 30 kasus bunuh diri semuanya dengan cara gantung diri," katanya. Pihaknya sudah berupaya dengan melakukan pendekatan baik melalui tokoh agama, pemerintah dan babimkamtibmas untuk mencegah kasus bunuh diri.

"Kami berusaha untuk menekan angka bunuh diri. Namun perlu upaya bersama-sama," katanya.

Nugrah mengatakan pelaku bunuh diri jika dilihat dari keterangan saksi cukup beragam mulai masalah ekonomi hingga kasus penyakit. Perlu peran serta tokoh masyarakat pemuka adat dan juga pemuka agama untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat. "Semua harus terlibat untuk mencegah kasus bunuh diri," katanya.

Terbaru
Kriminal